Pemkab Manggarai Barat Adakan Tiga Drone - FloresPos Net

Pemkab Manggarai Barat Adakan Tiga Drone

- Jurnalis

Rabu, 5 Juni 2024 - 20:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT, tahun 2024 mengadakan tiga unit drone untuk sektor pertanian setempat. Tetapi  belum dimanfaatkan karena belum ada operator.

Wakil Bupati (Wabup) Mabar Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianus Weng, mengatakan kegunaan tiga drone tersebut di antaranya untuk penyiraman pestisida (obat-obatan) dan pupuk cair untuk tanaman padi, dan berbagai tanaman pertanian lain di tingkat petani Mabar.

“Tetapi detailnya tanya Kepala Dinas Pertanian (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan/TPHP Mabar),” ujar Wabup Weng kepada wartawan di Labuan Bajo baru-baru ini.

Baca Juga :  Pulau Flores Memiliki SDA Lebih Baik di NTT, BWS NT II Perkuat Lembaga Pengelola

Menyinggung lokasi untuk ketiga drone, Wabup Weng mengungkap antara lain di Lembor karena di sana ada ribuan hektar sawah, yaitu daerah irigasi Lembor, Kecamatan Lembor.

Selain itu, mungkin juga di daerah irigasi Terang Kecamatan Boleng, dan juga mungkin di Kecamatan Komodo, karena di Komodo juga ada sawah, kata Wabup Weng.

Laurens Halu, Kepala Dinas TPHP Mabar pada tempat terpisah membenarkan. Menurut Kadis Halu, sementara ketiga drone tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum ada operatornya.

Sehubungan dengan itu, ungkap Kadis Halu, nanti Dinas akan mengadakan pelatihan bagi operator di Mabar. Pelatihnya didatangkan dari perusahan ketiga drone tersebut.

Baca Juga :  DPRD Manggarai Barat Kembalikan Naskah KUA-PPAS APBD 2024

Lokasi yang kelak bakal ditempati ketiga drone tersebut antara lain di persawahan Lembor, Komodo, dan di persawahan Terang. Kegunaannya antara lain untuk penyemprotan obat-obatan (pestisida) dan pupuk cair.

Lanjut Kadis Halu, penggunaan drone-drone itu juga mesti bebas hambatan. Dalam areal sawah sekitar 10 hektare tidak boleh ada pepohonan/tumbuhan tinggi.

“Nama drone tersebut adalah drone sprayer,” ujar Kadis Halu. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Berita Terbaru