BAJAWA, FLORESPOS.net-Bupati Ngada Andreas Paru didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Ngada Moses Jala Watu menyerahkan satu unit mesin panen padi untuk Kelompok Tani (Poktan) Restorasi, Desa Libunio, Kecamatan Soa.
Kegiatan itu ditandai dengan penyerahan kunci mesin panen padi oleh Bupati Andreas Paru kepada Ketua Poktan Restorasi Desa Libunio, Gabriel Wege Welu.
Kepala Dinas Pertanian Ngada Edeltrudis Ngole dalam laporan mengatakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian terus melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan produksi pangan khususnya beras.
Tahun 2023, kata Edeltrudis, Kementerian Pertanian melalui dana aspirasi anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dari Komisi IV DPR RI mengalokasikan 3 unit Alsintan Pasca Panen Combine Harvester atau mesin panen padi kepada tiga Poktan di Kabupaten Ngada.
“Ketiga Poktan tersebut, masing-masing berada di Desa Pape, Kecamatan Bajawa, Desa Watukapu, Kecamatan Bajawa Utara dan Desa Libunio Kecamatan Soa,” kata Edeltrudis saat penyerahan, Jumat (31/5/2024).
Edeltrudis mengatakan, dua unit mesin kapasitas sedang telah diserahkan pada Februari 2024, dan kapasitas besar diserahkan untuk Poktan Restorasi.
Moses Jala Watu, Ketua DPD Partai NasDem Ngada mewakili Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan bantuan yang diberikan telah dipikirkan secara baik tentang apa yang dibutuhkan masyarakat petani.
Alat panen padi yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui dana aspirasi atau pokok pikiran Julie Laiskodat.
“Ini tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung Pemerintah Kabupaten Ngada dalam rangka meningkatkan Program Tante Nela Paris khususnya di bidang pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Ngada Andreas Paru dalam sambutan mengatakan Pemerintah Kabupaten Ngada menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Partai NasDem dalam hal ini perjuangan kader Partai NasDem yang saat ini duduk di DPR RI yakni Julie Sutrisno Laiskodat.
“Ini wujud kolaborasi pemerintah daerah dan pusat juga wujud kolaborasi pemerintah dan lintas partai,” ungkapnya.
Ditambahkannya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ngada saat ini yaitu terwujudnya masyarakat Ngada yang unggul, Mandiri dan Berbudaya Berbasis Pertanian dan Pariwisata yang berwawasan lingkungan dalam moto yang sering di dengar, yaitu Tante Nela Paris.
Mekanisasi pertanian sangat penting karena saat ini sudah berada pada era canggih di mana teknologi sangat penting sehingga kehadiran alat mesin panen padi sungguh sangat membantu masyarakat petani.
Kepada Kepala Dinas Pertanian Ngada, Bupati Andreas meminta untuk mendata kebutuhan Alsintan sehingga dapat dimasukkan pada anggaran tahun 2025 yang mana harus disesuaikan dengan kebutuhan petani itu sendiri.
Keterbatasan fiskal daerah mengharuskan tidak semua alat mekanisasi pertanian disiapkan pemerintah daerah untuk itu jaringan ke pemerintah provinsi maupun pusat harus terus dibangun termasuk melalui wakil rakyat dari Partai NasDem.
“Tolong jaga alat ini dengan baik karena kelemahan kita adalah merawat. Manajemen kelompok juga harus diatur secara baik,” pesan Bupati Andreas.
Hadir pula, Anggota DPRD Kabupaten Ngada terpilih seperti Antonius No dan Sain Songkares dari Partai Golkar dan Kristo Mbora dari Partai NasDem. Hadir pula Camat Soa, sejumlah kepala desa di Kecamatan Soa, dan lainnya. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










