BAJAWA, FLORESPOS.net-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim 10 orang pemuda ke Cepu, Jawa Tengah (Jateng) mengikuti program kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Energi dan Sumber Daya Mineral, yakni Pusat Pengembangan Minyak dan Gas Bumi.
“Ini merupakan tahap ketiga. Pada tahap ketiga ini 10 orang pemuda dikirim ke Cepu, Jawa Tengah. Sebelumnya 20 orang pemuda dan mereka telah kembali pada dua tahun terakhir,” kata Kepala Dinas Nakertras Ngada, Ermelinda Inam Mugi kepada Florespos.net, Jumat (3/5/2024).
Ermelinda menjelaskan, 10 orang pemuda tersebut diberangkatkan ke Cepu untuk program kerjasama antara pemerintah daerah Kabupaten Ngada dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Energi dan Sumber Daya Mineral yakni pusat pengembangan minyak dan gas bumi.
Kementerian ESDM menyiapkan tenaga kerja yang ada di sekitar wilayah yang memiliki potensi panas bumi. Di Kabupaten Ngada, ada dua lokasi yakni di Mataloko, Kecamatan Golewa dan Tude, Kecamatan Jerebuu.
Menurut Ermelinda, ada beberapa kriteria menjadi peserta yang dikirim yakni bertempat tinggal di daerah sekitar penghasil, memiliki potensi dan daerah yang melaksanakan kegiatan di subsektor minyak dan gas bumi.
“Pengiriman kali ini merupakan tahap ketiga. Sebelumnya, 20 orang pemuda. Setiap angkatan 10 orang dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Ada tamatan SMA/SMK dan sarjana,” katanya.
Ermelinda mengatakan, angkatan ketiga tahun 2024 ini, kegiatan pelatihan di Cepu selama 15 hari dengan pembiayaan seluruhnya dari Kementerian ESDM.
“Banyak yang telah memiliki ijazah pada pendidikan formal namun yang dibutuhkan saat ini adalah skill atau keterampilan sehingga kita harapkan mereka bisa manfaatkan kegiatan ini dengan baik,” tambahnya.
Setelah kembali, kata Ermelinda, pihaknya berkomunikasi dengan perusahaan yang melakukan pekerjaan di lokasi panas bumi baik yang ada di Kabupaten Ngada maupun di tempat lainnya dengan pihak PLN sehingga mereka dapat bekerja di lokasi panas bumi sesuai dengan keterampilan mereka.
Sementara itu, Nobertus Alfianus Kaju dan Aris Dewa, dua orang pemuda yang dikirim saat diwawancarai mengatakan mereka bersyukur dan berterima kasih karena diberi kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










