Dinas Peternakan Manggarai Barat Cerahkan Masyarakat Pantang Menyerah Kepada ASF - FloresPos Net

Dinas Peternakan Manggarai Barat Cerahkan Masyarakat Pantang Menyerah Kepada ASF

- Jurnalis

Sabtu, 30 Maret 2024 - 11:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terus mencerahi masyarakat setempat agar pantang menyerah terhadap ASF (African Swine Fever).

ASF adalah penyakit babi yang mematikan, disebabkan oleh virus, dan belum ada vaksinnya. Tahun-tahun terakhir ASF terus menyerang peternakan babi di Mabar khususnya.

Sejak dahulu banyak warga Mabar memelihara babi untuk menopang ekonomi keluarga, disamping alasan budaya/adat istiadat.

Dan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar melalu instansi teknis, beternak babi untuk kepentingan PAD (Pendapatan Asli Daerah) itu.

Abidin, Kepala Dinas PKH Mabar- Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini, mengatakatan, banyak warga setempat sejak dahulu memelihara babi.

Tahun-tahun terakhir, peternakan babi di Mabar terserang penyakit ASF. Khusus selama Januari 2024 ada 89 babi milik masyarakat di Kecamatan Boleng-Mabar mati sia-sia.

“Hasil diagnosa petugas Dinas PKH Mabar bahwa kematian babi di Kecamatan Boleng mengarah ke ASF,” ujar Kadis Abidin.

Meski demikian, katanya, Dinas PKH Mabar masih menunggu hasil laboratorium. Daging babi yang mati tersebut dibawah ke laboratorium Bali untuk memastikan penyebabnya, apakah karena ASF atau ada sebab lain.

Baca Juga :  BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum, Gerakan Kolektif Pariwisata Berbasis Spiritualitas-Keberlanjutan

Dilanjutkan, selama kasus ASF di Mabar tahun-tahun terakhir, pihak PKH terus melakukan KIE (komunikasi, informasi, edukasi).

Turun ke lapangan menemui masyarakat, termasuk peternak babi. Jajaran PKH memberi penyuluhan (pencerahan) kepada masyarakat (peternak) babi tetang bahaya ASF, obatnya belum ada. Cara mengatasinya antara lain kandang harus selalu dibersihkan.

“Bahkan kita semprot dengan disinfektan kandang-kandang babi masyarakat),” beber Abidin.

Masih Kadis Abidin, ASF sepertinya muncul ketika musim hujan, kalau kemarau tampaknya tidak. Januari tempo hari hujan, ASF muncul di Boleng, tetapi sekarang tidak ada lagi, mungkin pengaruh sudah kering.

Kadis Abidin juga mengingatkan masyarakat pemelihara babi di Mabar tidak melakukan “julu” babi yang sakit. Diduga itu (julu) salah satu penyebab penularan ASF.

Julu adalah kebiasaan orang Manggarai umumnya dan Mabar khususnya untuk bagi-bagi daging apa saja kepada siapa pun, tidak terkecuali daging babi.

Kemudian, sanitasi/kebersihan kandang wajib dilakukan pemilik, dan juga jangan memasukan babi/daging babi dari luar daerah dan lain sebagainya.

Masih Kadis Abidin, meski terus dihantui ASF,  namun semangat masyarakat Mabar memelihara babi tak pernah turun, tak pernah surut, tidak pernah pudar. Malah semakin menggebu, pantang menyerah.

Baca Juga :  Pecat Pegawai Korupsi, BPKP Beri Nilai 68 Perumda Wae Mbeliling Manggarai Barat

Hal ini memiliki alasan amat kuat. Bagi masyarakat Mabar khususnya, selain alasan budaya, babi juga sumber ekonomi yang besar.

Rata-rata urusan budaya/adat istiadat Mabar tidak ada yang bebas dari babi, antara lain misalnya untuk urusan nikah pasti butuh babi.

Khusus untuk Dinas PKH, sumber PAD terbesarnya antara lain dari babi.  Di dinas tersebut selama ini ada UPTD khusus yang tangani peternakan babi, yaitu di Repi, Kecamatan Lembor Selatan.

Dinas PKH selama ini menjual anakan babi kepada masyarakat. Uang hasil jualannya menjadi pemasukan PAD Mabar, dalam hal ini Dinas PKH.

“Saya sangat terbantu sekali oleh UPTD di Siru itu. Babi-babi yang jual di sana semuanya untuk PAD kita,” komentar Kadis Abidin.

Menyinggung stok telur dan daging terkait Paskah, Puasa dan Lebaran pada April 2024, Kadis Abidin, mengatakan cukup tersedia.

Secara terpisah Wakil Bupati (Wabup) Mabar Yulianus Weng mengingatkan pihak Dinas PKH untuk selalu turun ke masyarakat memberi pencerahan terkait ASF.

Karena itu dinas teknis, dinas khusus yang mengurus hewan/ternak, termasuk penyakitnya, tak terkecuali penyakit ASF pada babi, ” katanya. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Wabup Gonzalo Buka Kemah Baksos Hilpelmas Kupang di Desa Waekokak
Final Soekarno Cup GP VBC Vs Lintas Lio, Antara Sahabat dan Lawan
Fista Resmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Sambut HUT RI ke-81, Disarpus Sikka Gelar Lomba Bertutur Guna Perkuat Literasi Generasi Muda
Aktivis di Ende Sebut Hukum Hanya Tajam di Jakarta Tetapi Tumpul di Daerah
Ikatan Guru Agama Tegaskan Jangan Jadikan Kantor Kemenag Sikka Seolah-Olah Rumah Pribadi
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Wabup Gonzalo Buka Kemah Baksos Hilpelmas Kupang di Desa Waekokak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:32 WITA

Final Soekarno Cup GP VBC Vs Lintas Lio, Antara Sahabat dan Lawan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:17 WITA

Sambut HUT RI ke-81, Disarpus Sikka Gelar Lomba Bertutur Guna Perkuat Literasi Generasi Muda

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende

Sabtu, 8 Agu 2026 - 10:53 WITA