ENDE, FLORESPOS.net-Paguyuban Tionghoa Kabupaten Ende, Provinsi NTT menunjukan rasa peduli dan perhatian terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di Lembaga Pelayanan Kasih Samaria.
Warga keturunan Tionghoa yang berada di Kabupaten Ende mengunjungi dan memberikan bantuan kepada ODGJ di Lembaga Pelayanan Kasih Samaria, Minggu (3/2/2024) sore.
Kedatangan mereka ke panti tersebut diterima oleh pengelola dan puluhan ODGJ. Hadir juga pada acara itu ketua Kelompok Kasih Insanis (KKI), Pater Aven Saur SVD yang juga penasihat dari Lembaga Pelayanan Kasih Samaria.
Selain memberikan bingkisan berupa sembako dan bantuan dana mereka bernyanyi dan menari bersama ODGJ.
Josef F. Wongso mewakili Paguyuban Tionghoa Ende pada kunjungan itu mengatakan kunjungan ini menunjukan bahwa keturunan Tionghoa yang ada di Ende mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama khususnya ODGJ.
“Kami warga Tionghoa punya rasa kepedulian terhadap sesama manusia. Kami bukan pemerintah maka kami hanya beri sesuai dengan kemampuan kami. Kami berjanji tetap akan peduli dan memberikan perhatian kepada saudara- saudara kita di sini,” katanya.
Warga Tionghoa juga menyampaikan apresiasi terhadap pendiri dan pengelola panti ini yang telah menampung sesama dengan gangguan jiwa.
“Terima kasih kepada mama Nina dan pengelola serta perawat di panti ini. Terima kasih Pater Aven, biarawan pertama yang merintis perhatian kepada ODGJ,” katanya.
Mama Nina, Pendiri dan pengelola Lembaga Pelayanan Kasih Samaria menyampaikan terima kasih kepada paguyuban Tionghoa yang sudah datang berkunjung.
Kata Mama Nina, selama ini warga Tionghoa di Ende sudah membantu ODGJ yang berada di Samaria.
“Terima kasih karena selama ini sudah memberikan bantuan kepada kami di sini. Dalam kesulitan pasti kami meminta bantuan dan pasti ada bantuan dari warga Tionghoa di Ende,” katanya.
Mama Nina juga mengatakan sejak lembaga ini berdiri sekitar 20 lebih ODGJ yang ditampung dan menjalani perawatan sudah sembuh dan kembali ke rumah.
Saat ini ada dua puluh lebih orang yang dirawat dan empat orang sudah sembuh dan bekerja.
Pater Aven Saur, penasihat Lembaga Pelayanan Kasih Samaria yang ketua KKI mengatakan lembaga ini bukan sekedar hadir dalam administrasi tetapi nyata dalam perbuatan.
Namun saat ini fasilitas di lembaga Pelayanan Kasih Samaria masih sangat kurang dan jauh dari standar panti ODGJ. Panti ini masih membutuhkan belas kasih dan kepedulian dari sesama.
“Peduli kepada mereka itu bukan soal bangun gedung tetapi perhatian kepada mereka. Kita harus perjuangkan hak mereka sebagai manusia,” kata Pater Aven Saur.
“Terima kasih dan apresiasi kepada paguyuban Tionghoa yang ada di Ende. Bantuan itu jumlahnya kecil tetapi dibutuhkan di sini maka itu sangat besar dan berarti bagi mereka”.
Pater Aven Saur juga menyampaikan tentang awal mula berdirinya KKI dan kipranya melayani ODGJ di Flores.
Pater Aven juga menjelaskan tentang ODGJ dan cara pandang masyarakat terhadap mereka.
“Hingga saat ini kita masih menganggap mereka sebelah mata bahkan memperlakukan mereka seperti bintang. Cara pandang ini salah karena mereka itu manusia sama seperti kita,” tegas Pater Aven Saur. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando









