LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sekitar 800 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan air bersih gratis 2024 melalui skema Instruksi Presiden (Inpres).
Aurelius Hubertus Endo, Direktur Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling-Mabar mengatakan, Inpres tersebut diterbitkan dalam rangka percepatan pelayanan air minum bersih.
Kepada Florespos.net belum lama berselang di Labuan Bajo, Endo mengungkap, Mabar adalah salah satu kabupaten di tanah air (Indonesia) yang menjadi bagian dari Inpres dimaksud.
Diungkapkan, program ini merupakan program Pemerintah Pusat (Pempus) yang bersinergis dengan program Pemerintah Daerah (Pemda), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar menangkap peluang ini.
Atas hal itu maka Pemkab Mabar mengusulkan ke Pempus dan dikabulkan setelah datanya diverifikasi Perumda Wae Mbeliling.
Ratusan KK/sambungan rumah (SR) tersebut, ungkap Endo, tersebar dalam kota Labuan Bajo dengan memanfaatkan kapasitas SPAM Wae Mese dua, dan di luar kota Labuan Bajo yakni SPAM Warloka. Total yang tercover dalam Inpres tersebut 820 KK/SR.
Untuk dalam kota Labuan Bajo jumlahnya sekitar 600 SR. Di antaranya tersebar di wilayah Kelurahan Labuan Bajo dan Kelurahan Wae Kelambu serta di wilayah Desa Gorontalo dan Desa Batu Cermin termasuk Los Baba. Untuk dalam kota memanfaatkan SPAM Wae Mese dua.
Sedangkan di SPAM Warloka yaitu diperuntukan bagi 200 KK lebih di di Desa Tiwu Nampar disamping untuk TPA Warloka. Sumber air SPAM Warloka adalah Wae Cumpe.
Sehubungan dengan Inpres tersebut, Pemkab Mabar mengusulkan ke Pemerintah Pusat (Pempus), termasuk 65 KK di Mbuhung.
Tetapi untuk Mbuhung tidak terakomodir di pusat, kecuali untuk ratusan KK di Tiwu Nampar (SPAM Warloka) dan ratusan SR dalam kota Labuan Bajo.
“Mungkin untuk Mbuhung diakomodir di Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditangani Dinas teknis/terkait di lingkup Pemkab Mabar,” tutup Endo.
Diketahui, SPAM Wae Mese dua dan SPAM Warloka serta Mbuhung adalah bagian dari Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










