Jelang Natal 2023, Harga Beras Masih Bertengger Pada Angka Rp 16.000/Kg di Manggarai - FloresPos Net

Jelang Natal 2023, Harga Beras Masih Bertengger Pada Angka Rp 16.000/Kg di Manggarai 

- Jurnalis

Senin, 11 Desember 2023 - 11:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga beras di Pasar Inpres Ruteng masih tinggi hingga Desember ini

Harga beras di Pasar Inpres Ruteng masih tinggi hingga Desember ini

RUTENG, FLORESPOS.net-Umat Kristiani yang tidak lama lagi merayakan Natal 2023 harus menghadapi kenyataan masih tingginya harga beras di Kota Ruteng, Manggarai, NTT.

Harga beras di Pasar Inpres Ruteng,  masih bertengger pada angka Rp 16.000/kg walaupun tetap ada pilihan Rp 15.000 dan Rp 14.000 per kilogramnya.

Terpantau wartawan, Senin (11/12/2023) di Pasar Inpres, tidak banyak stan yang dibuka untuk jenis sembako, terutama aneka jenis beras, dan jagung.

Khusus untuk beras, harga hampir semua sama pada stan-stan itu. Untuk beras jenis Membramo dan Roselin harga tidak turun dari Rp 16.000/kg sejak awal musim kemarau tahun ini.

Pilihan lain dengan kualitas lebih rendah kisaran harga Rp 15.000 dan Rp 14.000 per kilogramnya.

Seorang pedagang, Ny. Sumsiyah mengatakan, harga beras memang tidak turun karena kondisi pasokkan dan stok yang masih seret. Penjualan beras belum bagus karena belum panen juga.

Baca Juga :  Melangkah Pasti, Kejaksaan Manggarai-Perumda Tirta Komodo Ruteng Teken MoU 

“Harga beras masih tinggi. Karena itu, gairah warga untuk beli tidak begitu banyak,” katanya.

Itu sebabnya banyak stan tidak buka. Ada yang buka tidak lama karena pembeli tidak banyak alias sepi.

Dikatakan, fakta yang terjadi, orang yang membeli karungan tidak banyak lagi sejak terjadinya krisis beras selama musim kemarau.

Yang terjadi, pembeli memilih yang kiloan saja. Mungkin ini lebih ringan daripada yang karungan karena angkanya besar, yakni mencapai Rp 800.000 untuk ukuran 50 kg.

Kalau pasokkan beras ke kota dalam waktu-waktu ke depan tetap tidak banyak, maka bisa dipastikan harga yang ada tetap bertahan. Dan, malah bisa naik lagi di tengah tingginya kebutuhan.

Baca Juga :  Dishub Manggarai Respons Positif Rencana Atur Kendaraan Masuk Terminal

Pedagang beras, demikian Ny. Sumsiyah, sebetulnya tidak ingin adanya kenaikkkan harga beras. Harga naik terjadi murni karena kondisi krisis beras yang terjadi belakangan ini.

Seorang warga kota, Stanis Namin mengatakan, ada kesan pemerintah tidak peduli dengan keadaan ini.

Buktinya, tidak ada intervensi beras secara terbuka  dari pemerintah sehingga harga bergerak bebas di pasaran.

“Buktinya harga beras tidak turun-turun,” katanya.

Seharusnya, beras dari pemerintah banyak dilepas agar stok stabil dan harga bisa dikendalikan.

Sekarang ini, harga beras sulit diprediksi karena pasokan dan stok pada pedagang tidak pasti banyaknya.

Dan, tidak muskil harga beras akan naik lagi saat  kebutuhan tinggi menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA