54 Juta Warga Indonesia Telah Dikeluarkan dari Kepesertaan BPJS Kesehatan - FloresPos Net

54 Juta Warga Indonesia Telah Dikeluarkan dari Kepesertaan BPJS Kesehatan

- Jurnalis

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Perkembangan terkini tentang kepesertaan BPJS kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bahwa banyak sekali warga yang telah dikeluarkan dari penerima jaminan biaya kesehatan dari pemerintah.

Berdasarkan data terkini, warga Indonesia yang tidak lagi menjadi peserta BPJS Kesehatan sebanyak 54 juta lebih.

“Jadi, kalau banyak komplain warga di Manggarai raya (Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, red) tidak lagi aktif BPJS Kesehatan, bisa dimengerti.”

Demikian kata Komisioner Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng ketika berbicara bincang media dengan wartawan di Ruteng, Selasa (5/12/2013).

Robert Na Endi Jaweng mengatakan, mungkin peserta di Kabupaten Manggarai itu masuk dalam data 54 juta yang dulunya menjadi peserta dan belakangan tidak lagi menjadi peserta BPJS kesehatan.

“Mungkin peserta itu yang sudah dikeluarkan dari kepesertaan dari BPJS Kesehataannya yang dilakukan Kementerian Sosial RI,” katanya.

Kata Robert Na Endi Jaweng, jumlah yang tidak dijamin biaya kesehatan itu bertambah. Karena terdapat 8 juta warga negeri ini, tentu termasuk di Kabupaten Manggarai juga tidak terdaftar sama sekali sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Pendidikan di Manggarai Bisa Maju Asal Tata Kelolanya Menerapkan Manajemen Terbuka dan Transparan

Dengan demikian, kata Robert Na Endi Jaweng, sebanyak 62 juta lebih warga negeri ini tidak tertanggung biaya kesehatan dari pemerintah.

Mengapa tidak aktif lagi kartu BPJS kesehatannya? Karena iurannya sudah tidak lagi dibayarkan pemerintah.

Pemerintah tidak lagi membayar iuran karena orang itu telah dikeluarkan dari kepesertaan BPJS kesehatan.

Robert Na Endi Jaweng mengatakan, yang memutuskan seseorang keluar dari BPJS itu adalah Kementerian Sosial RI dengan banyak alasan.

Salah satu yang paling banyak alasan adalah ekonomi sudah baik alias mapan sehingga disarankan untuk mengambil jalur BPJS sebagai peserta mandiri.

Apakah riilnya masyarakat di pelosok kampung di negeri ini sudah mapan secara ekonomi? Faktanya yang dikeluarkan itu, warga yang hidupnya sengsara di kampung-kampung.

Baca Juga :  Peduli Dua Panti Asuhan di Manggarai, PT PAS Indonesia dan PT PAF Drop Dua Ton Beras

“Itu bisa diketahui dari banyaknya pengaduan dalam masyarakat,” katanya.

Menurutnya, apa yang terjadi ini merupakan masalah pelik yang berkaitan dengan pelayanan publik pemerintah bagi rakyatnya.

Catatannya adalah keputusan mengeluarkan kepesertaan dari BPJS itu harus didasarkan pada situasi riil masyarakat. Tidak diambil sepihak atau didasarkan pada sampel saja.

Solusi untuk mengatasi masalah masyarakat yang tidak tahu apakah kartu masih aktif atau tidak, perlu pengumuman berkala langsung di tingkat masyarakat atau di desa-desa.

Papan informasi di desa baiknya ditempelkan nama-nama warga yang menjadi peserta BPJS, yang tidak lagi aktif, hingga yang tidak terdaftar sama sekali.

Seorang wartawan, Jimy mengatakan, riil banyak kasus di RSUD Ruteng dan BPJS di Manggarai berkaitan masyarakat yang memiliki Kartu BPJS, tetapi tidak terjamin pembayarannya oleh pemerintah.

“Kasus banyak sekali. Salahnya selalu ke masyarakat. Sedih sekali,”katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 17:52 WITA

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA

Nusa Bunga

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:52 WITA