Kerangka Manusia Dalam Kasus Kebakaran Reo Telah Dibawa ke Ruteng - FloresPos Net

Kerangka Manusia Dalam Kasus Kebakaran Reo Telah Dibawa ke Ruteng

- Jurnalis

Rabu, 29 November 2023 - 20:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Polisi bergerak cepat untuk mengungkapkan kerangka manusia dalam rumah yang terbakar di Kampung Niu, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara di tempat kejadian, Rabu (29/11/2023) siang, tim lengkap dari Polres Manggarai membawa kerangka yang terbakar ke Ruteng.

Menurut Kapolres AKBP Edwin Saleh melalui Humas Ipda I Made Budiarsa yang dihubungi Rabu malam, kerangka manusia yang dibawa polisi untuk kepentingan penyelidikan atas musibah kebakaran di Reo.

“Kita ikuti prosedur penyelidikan yang baik. Dalam proses itu, kerangka manusia yang terbakar telah dibawa ke Ruteng,” katanya.

Baca Juga :  SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Dikatakan, kerangka itu nanti akan diperiksa para ahli dari laborarium forensik  guna memastikan siapa itu yang terbakar.

Pemeriksaan itu mutlak guna mengetahui manusia yang terbakar itu, apakah suami atau istri, atau orang lain yang kebetulan ada di dalam rumah itu.

Tidak lain untuk memastikan kerangka itu adalah melakukan tes DNA pada kerangka manusia yang ada.

Ditanya tentang isu bahwa seorang anak dari keluarga rumah yang terbakar telah meninggal dunia dalam perawatan di Puskesmas Reo, Humas Budiarsa menjelaskan, informasi itu tidak benar. Anak itu masih hidup.

Dirinya telah mengecek ke Reo, bahwa anak itu sedang dalam perawatan akibat luka-luka yang dialaminya.

Baca Juga :  Ambat: Warga Manggarat Barat Mesti Masif Kembangkan  Tanaman Kelapa

Sebelumnya Kapolsek Reok, Ipda I Komang Agus Budiawan mengatakan, sesuai dengan keterangan seorang saksi kebakaran, ketika keluar rumah, saksi menemukan anak kandung Ismail dalam keadaan kaki kiri terbakar.

“Dan, kelopak matanya lebam. Saksi membawa anak yang namanya Sismaliani ke rumahnya malam itu,” katanya.

Keluarga Ismail dan Fitriani seperti diberitakan media ini sebelumnya, memiliki dua anak perempuan kembar, yakni Sismaliani dan Sasmaliana. Malam kejadian seorang anak Sasmaliana tidur di rumah saksi. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia
Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat
Memprihatinkan, Kondisi Dua Gedung Pemerintah di Labuan Bajo, Nurdin: Tata Ulang Ruko Pemda
Alfian, Sarjana INF yang Memilih Tanah, Ketua DPRD NTT: Jangan Gengsi Bertani
DPRD NTT Setujui, Jembatan Pomakeke Nagekeo Akan Dibangun dengan Dana Rp9 Miliar Lebih
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:25 WITA

Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:21 WITA

Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:53 WITA

Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:46 WITA

Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:10 WITA

Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat

Berita Terbaru