RUTENG, FLORESPOS.net-Karya Pastor Paroki Kajong, Manggarai, NTT, dalam membangun ekonomi umat dan masyarakat amat terasa, belakangan ini. Karya pastoralnya, tidak saja di mimbar gereja, tetapi diikuti dengan kerja nyata di tengah umat.
Kepada wartawan yang dihubungi, Rabu (20/9/2023) Rm. Bernad Palus Pr, mengatakan, zaman ini, tidak cukup hanya berbicara. Tetapi, harus diikuti karya nyata di tengah umat dan masyarakat.
“Khotbah saja tidak cukup. Saya ingin buat sesuatu yang nyata untuk bangun ekonomi umat,”katanya.
Inti dari apa yang dilakukan itu, demikian Rm. Bernad Palus, untuk memberi contoh dan mempelopori usaha nyata guna diikuti umat. Istilah kerennya pastoral karya atau pastoral tangan kotor demi kehidupan banyak orang.
Atas dasar itu, lanjut Rm. Bernad, dirinya tidak ragu bekerja nyata bersama umat seperti memulai usaha pembuatan kecap Raping yang berbahan baku dari nira pohon lontar dengan segala tantangannya.
Kecap Raping sudah go public di NTT karena sudah dipromosikan oleh Gubernur Viktor Laiskodat dan jajarannya.
Lalu, dalam Ecco Farm Green Paroki Kajong, akan dikembangkan usaha hortikultura dan ternak babi tanpa bahan kimia. Untuk usaha hortikultura semua menggunakan pupuk kompos yang diusahakan sendiri.
Menurutnya, sudah dalam perencanaan untuk memproduksi pupuk organik cair. Orang-orang muda paroki sudah disiapkan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.
Karyanya di tengah umat, memang tidak keluar dari program Keuskupan Ruteng. Tahun ini fokus pada pastoral ekonomi berkelanjutan dengan moto Sejahtera, Adil dan Ekologis (SAE).
Di Paroki Kajong, hal itu tidak saja menjadi isapan jempol saja, tetapi semakin berkembang nyata dengan usaha-usaha konkret paroki bersama umat.
Usaha-usaha yang ada, pasti cocok dan pas dengan kehidupan umat yang sebagian besar adalah petani yang andalan kehidupanya pada tanaman pertanian dan perdagangan.
Usaha yang ada perlu dan harus disentuh dengan teknologi-teknologi agar hasilnya maksimal dan lebih baik sehingga ada dampak ekonominya.
Sebelumnya, Koordinator Pastoral Khusus Kevikepan Reo, Rm. Marsel Hasan Pr dalam acara bincang-bincang dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat berkunjung ke Paroki Kajong, beberapa waktu lalu, mengatakan, Keuskupan Ruteng memberi perhatian khusus untuk umat di wilayah Pantura Manggarai.
“Perhatian itu berupa penempatan seorang pastor untuk mengkoordinasi kegiatan usaha umat berkaitan dengan ketahanan pangan dan ekonominya,” katanya.
Selain terus mengusahakan tanam pertanian yang seperti biasa, lanjut Rm. Marsel, petani diarahkan untuk kembali membudidayakan sorgum besar-besaran seperti tahun 1970-an. Sorgum cocok di kawasan ini.
Sorgum selain tahan terhadap penyakit dan perubahan iklim, juga bergizi tinggi yang sangat berguna kesehatan. Pola usaha tanaman pangan itu mengembangkan pertanian organik. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










