LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lomba Inovasi Daerah (IDA) tingkat Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, tahun 2023, digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), didominasi kategori kalangan masyarakat umum.
Sementara kategori perangkat daerah dan kategori pendidikan masih rendah dari segi jumlah yang diusulkan masuk untuk mengikuti lomba. Hal ini menjadi tantang tersendiri bagi perangkat daerah dan pendidikan serta lainnya.
Demikian salah satu poin penting evaluasi Tim Kerja Bappelitbangda Flores Timur dan Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2023, di aula Bappelitbangda Flores Timur, Rabu (16/8/2023).
Rapat Evaluasi dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Flores Timur, Apolonia Corebima, SE., M.Si. Hadir pada rapat evaluasi tersebut Tim Kerja dan Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2023.
Berdasarkan data Bidang Litbang pada Bappelitbangda Flores Timur dan Tim Penilai, dari segi jumlah yang mengikuti lomba inovasi daerah, pada penyelenggaraan tahun 2023 mengalami peningkat.
Pada tahun 2022 lalu, jumlah yang mengikuti lomba 14 inovasi. Sementara tahun 2023, jumlah yang mengikuti lomba 20 inovasi.
Tahun 2022, dari 14 inovasi yang mengikuti lomba, 3 inovasi di antaranya berasal dari kategori pendidikan, 6 inovasi perangkat daerah, 1 inovasi LSM, dan 4 inovasi masyarakat.
Pada tahun 2023, dari 20 inovasi yang mengikuti lomba, 3 di antaranya merupakan inovasi dari kategori pendidikan, 6 inovasi dari kategori perangkat daerah dan 11 inovasi berasal dari kategori kalangan masyarakat.
Kepala Bappelitbangda Flores Timur, Apolonia Corebima, SE., M.Si., pada kesempatan itu mengatakan, Lomba IDA Flores Timur akan digelar setiap tahun dan akan terjadi pada setiap Agustus menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Nia Corebima mengakui, bahwa selama dua tahun digelar lomba IDA tingkat Flores Timur, kalangan masyarakat masih mendominasi keikutsertaan pada lomba tersebut. Sementara kategori pendidikan dan perangkat daerah masih sangat rendah.
“Kategori pendidikan, dalam dua tahun perlombaan ini masih didominasi tenaga pendidik. Peserta didik atau siswa-siswi belum ada. Perangkat daerah masih didominasi Puskesmas/Kesehatan dan Kelurahan/Desa. Organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi lain belum ada,” katanya.
Nia Corebima mengatakan, pihaknya akan perkuat sosialisasi kepada publik, instansi/dinas dan lembaga pendidikan, serta bidang lainnya agar inovasi-inovasinya bisa mengikuti lomba pada tahun-tahun mendatang.
Pada kesempatan itu, Nia Corebima dan Tim Penilai berharap tahun depan Lomba IDA tingkat Kabupaten Flores Timur semakin banyak dan berkembang baik jumlah maupun kategorinya.
Pemenang Lomba IDA 2023
Sebaimana diberitakan sebelumnya, Lomba IDA tingkat Kabupaten Flores Timur Tahun 2023 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bappelitbangda Kabupaten Flores Timur, telah berakhir, Selasa (15/8/2023).
Adapun pemenang lomba inovasi dimaksud. Kategori Pendidikan; pemenang terbaik pertama inovasi Teras Baca Ile Napo dari Solor diusul oleh Yohanes Dionisius Dani dengan skor nilai 175,488, terbaik kedua, inovasi Simpul Inspirasi Kreasi Nusantara/Sinkron diusulkan oleh Agnes Da Noa dengan skor nilai 104,114.
Kategori Perangkat Daerah; pemenang terbaik pertama inovasi Kris Bel dari Kelurahan Balela diusulkan oleh Lurah Balela, Yohanes Eka Putra Lamuri dengan skor nilai 162,602, terbaik kedua inovasi Bapeda dari Kecamatan Lewolema diusulkan oleh Elias Sayang Hala dengan skor nilai 144,992, terbaik ketiga inovasi KB Mobile dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Maria Yakoba Eliriani dengan skor nilai136,593.
Kategori Masyarakat; pemenang terbaik pertama inovasi Minuman Herbal Serei dan Bunga Telang dari Konga diusulkan oleh Totok Purwanto dengan skor nilai 164,988, terbaik kedua inovasi Pasar Barter di Serikat Pekka Lodan Doe dari Klubagolit diusul oleh Maria Abon Boli dengan skor nilai 163,575, terbaik ketiga inovasi Kampung Creative dari Pledo diusulkan oleh Yose Finus dengan skor nilai 161,047. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










