MAUMERE, FLORESPOS.net-Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu menyampaikan apresiasi atas antusiasme elemen umat untuk mengikuti Praktik Doa Meditasi Kristiani.
Menurut Uskup Edwaldus, Praktik Doa Meditasi Kristiani merupakan pintu masuknya Roh Kudus dalam setiap diri umat.
Apresiasi Uskup Edwaldus ini disampaikannya dalam homili saat memimpin perayaan ekaristi untuk mensyukuri usia 5 Tahun Meditasi Kristiani masuk Keuskupan Maumere yang berlangsung di Gereja Thomas Morus Maumere, Minggu (13/8/2023).
Saat memimpin misa, Uskup Edwaldus didampingi 5 imam yakni Pastor Paroki Thomas Morus Maumere, RD. Laurens Noi; RD. Quin Galmin (Moderator OMK Paroki Thomas Morus), Romo Siriakus Ndolu O. Carm (Moderator Kelompok Meditasi Kristiani Nasional), Pater Remigius Hambur, CJD (Moderator Meditasi Kristiani Keuskupan Maumere) dan Pater Mikhael De Fretes, SVD (Penasihat Meditasi Kristiani).
Uskup Edwaldus dalam homilinya antara lain menggarisbawahi pentingnya praktik doa Meditasi Kristiani dalam keseharian di tengah kesibukan sehari-hari.
“Sebagai umat katolik, keheningan diri sangat penting. Keheningan diri seperti pintu yang terbuka akan kehadiran roh kudus,” kata Uskup Edwaldus.
Uskup meminta umat untuk belajar dari Bunda Maria yang selama hidupnya selalu diam dan mengheningkan diri, serta membiarkan Tuhan bekerja dalam hatinya dan seluruh hidupnya.
“Kita perlu belajar dari Bunda Maria yang selama hidupnya selalu diam dan mengheningkan diri. Membiarka Tuhan bekerja dalam hatinya dan mengikutinya dengan taat. Di tengah perkembangan zaman saat ini, keheningan membuat kita percaya bahwa tuhan begitu dekat dengan kita. Tidak meninggalkan umatnya dalam kesusahan,” kata Uskup.
Ajak Umat Bergabung
Moderator Meditasi Kristiani Nasional, RP. Siriakus Ndolu, O.Carm dalam sambutannya pada kesempatan ini antara lain mengajak umat yang hadir untuk bergabung bersama kelompok Meditasi Kristiani sehingga turut merasakan dampak positif dari praktik doa ini.
“Saya mengajak bapak-ibu, dan orang muda sekalian, untuk bergabung dalam Meditasi Kristiani dan mempraktikan dan mempelajari doa meditasi ini. Praktik doa Meditasi Kristiani ini tidak saja untuk pra orang tua, tetapi juga terbuka kepada orang muda dan anak-anak tentu dapat melakukan praktik doa sederhana” katanya.
Ajakan serupa disampaikan Ketua Kelompok Meditasi Kristiani Keuskupan Maumere, Marselus Moa Ito.
“Saya mengajak kita semua untuk bergabung dalam kelompok doa Meditasi Kristiani,” pinta Marselus.
Marselus Moa Ito yang juga Kasek SMK Swasta Yohanes XXIII ini menambahkan bahwa scara de fakto kelompok Meditasi Kristiani sudah 13 tahun berada di Keuskupan Maumere.
“Namun secara de jure / secara administrasi kelompok doa ini baru berusia 5 tahun,” katanya.
Marselus Moa Ito mengakui bahwa perkembangan Meditasi Kristiani di Keuskupan Maumere sangat pesat, teristimewa di sekolah-sekolah dibandingkan di keuskupan lain di Indonesia.
“Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keseluruhan anggota Meditasi Kristiani Keuskupan Maumere kurang lebih sebanyak 5.544 orang terdiri dari 544 orang dewasa dan 5.000 orang muda. Hal ini membuat ketua kelompok Meditasi Kristiani Nasional untuk datang berkunjung di Keuskupan Maumere dan pada bulan September atau Oktober 2023 nanti akan dikunjungi oleh ketua Meditasi Kristiani Nasional, Pater Laurens Freeman, OSB” katanya.
Sekilas tentang Praktik Doa Meditasi Kristiani
Untuk diketahui, praktik Meditasi Kristiani ditemukan oleh Pater Jhon Main O.SB. Dalam perkembangannya, doa Meditasi Kristiani ini terus berkembang di seluruh dunia dan Indonesia melalui kelompok-kelompok awam Katolik.
Praktik doa Meditasi Kristiani sendiri menekankan pengucapan matra doa/kata doa yaitu Maranatha (dalam bahasa Indonesia yang berarti Datanglah Tuhan). Kata doa ini diucapkan secara berulang-ulang selama periode meditasi yang ditentukan.
Praktik doa Meditasi Kristiani ini akan membawa seseorang kepada “buah-buah Meditasi Kristiani” yang dapat dirasakan secara pribadi dan atau perubahan tersebut dirasakan oleh orang sekitar.
Untuk di Keuskupan Maumere, Praktik Doa Meditasi Kristiani ini memiliki 7 kelompok umat, dan sudah masuk di 20 sekolah dengan rincian 14 SD, 2 SLTP, 3 SLTA dan 1 TKK.
Sangat Positif
Salah seorang anggota kelompok anak muda yang melakukan praktik doa Meditasi Kristiani, Damian alumnus Universitas Nusa Nipa Maumere pernah melakukan penelitian kepada orang tua yang berumur di atas 60-70 tahun tentang pengaruh melakukan praktik Doa Meditasi Kristiani terhadap kesehatan.
Dari penelitian yang dilakukannya ditemukan bahwa Praktik Doa Meditasi yang dilakukan secara memberikan dampak positif kepada para orang tua.
“Praktik doa Meditasi Kristiani ini sangat positif,” demikian Damian.
Alvares salah seorang siswa siswa kelas XI SMKS Yohanes XXIII Maumere yang juga anggota praktik doa Meditasi Kristiani mengakui bahwa praktikdan mengalami perubahan yang positif.
“Kami selalu melakukan praktik Doa Meditasi Kristiani sebelum jam pelajaran sekolah dimulai. Praktik Doa Meditasi Kristiani sendiri kami dapatkan ketika melakukan kegiatan ret-ret di Lembah Karmel Nilo. Di sana kami diajarkan untuk melakukan praktik doa ini oleh Romo Siriakus Ndolu, O. Carm. Sebagai anak sekolah, saya mendapatkan banyak hal positif dengan melakukan Praktik Doa Meditasi Kristiani sebelum memulai pelajaran yaitu menjadi lebih fokus dan tenang” kata Alvares. *
Penulis: Maxi L. Sawung, Anggota Kelompok Meditasi Orang Muda
Editor: Wall Abulat










