BORONG, FLORESPOS.net- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memperbaiki ruas jalan Kembur-Nceang di Kecamatan Borong. Peningkatan jalan dengan hotmix memudahkan akses menuju Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur di Borong.
Masyarakat dari Wilayah Timur akan makin mudah dan cepat tibda di Borong jika melalui jalur Nceang-Kembur. Ini sangat mempermudah akses mayarakat meuju ibu kota di Borong.
Dami Antus, Ojek yang ditemui Florespos.net di Kampung Nceang, Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Kamis (13/7/2022) mengatakan, selama ini ruas jalan Nceang-Kembur rusak berat sehingga tidak ada kendaraan roda empat yang melayani trayek di jalur Kembur – Nceang. Dengan peningkatan saat ini maka kondisi jalan yang selama ini menjadi pengeluhan masyarakat terobati.
Dami mengatakan masyarakat dari Desa Golo Lalong, Desa Waling dan beberapa desa sekitarnya sebelum ini lebih memilih belanja kebutuhan pokok di Ruteng ibu kota Kabupaten manggarai ketimbang di Borong ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.
Setelah jaln ini dihotmix, jarak tempuh dari Borong ke Nceang hanya 30 menit, dan sebelum dihotmix bisa memakan waktu hingga 1 jam.
Para PNS yang berkantor di Lehong saat ini sudah bisa berkantor dari Nceang dan sekitarnya, tidak harus tinggal di kos atau menginap di rumahnya keluarga di Borong.
Senada juga sampaikan Robert Kristian warga Kecamatan Lamba Leda Selatan. Robert mengatakan, akses jalan yang dibangun Pemda Matim memudahkan warga dari tujuh desa ke pusat Pemerintahan di Lehong. Selama ini warga jarang menggunakan jalur Kembur Nceang karena jalan rusak. Warga lebih memilih jalur Borong- Mano hingga Pertigaan Colol karena jalannya bagus, walaupun dengan jangka waktu yang lebih lama.
Menurut Kristiani, lama perjalanan dari Lamba Leda Timur jika melalui jalan Mano- Borong memakan waktu 2,5 jam. Sementara jika melalui jalur Nceang-Kembur dari Lamba Leda Timur, bisa ditempuh dalam waktu 1 jam saja.
Besar harapan Pemda Matim terus menggempur pembangunan jalan hotmix dijalur kabupaten yang menghubungkan jalur ekonomi setiap kecamatan.*
Penulis:Albert Harianto/Editor:Anton Harus










