Dari jumlah itu, hanya sekitar 12 persen yang benar-benar diolah. Sisanya menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Geliat Usaha di Kota Kupang
Di Kota Kupang, geliat thrifting terasa nyata. Penelitian di Universitas Nusa Cendana (Undana) diterbitkan dalam jurnal Glory pada 2026 menemukan bahwa thrifting telah menjadi bagian gaya hidup mahasiswa.
Dari 10 pelaku usaha yang diteliti, sebagian besar mengandalkan modal sendiri, dengan modal awal mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp50 juta.
Pola penjualannya pun beragam. Sebagian berjualan lewat live streaming TikTok, sebagian lagi mengandalkan pasar fisik.
Pasar Oeba dan Pasar Inpres Naikoten menjadi dua lokasi paling populer, ramai dikunjungi anak muda setiap akhir pekan.
Salah satu pelaku usaha yang bertahan lama adalah Viktoria Sanbo, pemilik VS Thrift & Make Over. Ia memulai usaha sejak sekitar tahun 2000-an, jauh sebelum thrifting jadi tren seperti sekarang.
Kota Kupang sendiri punya 17.747 unit UMKM pada 2025, dan sekitar 97-98 persen di antaranya adalah usaha mikro. Thrifting menjadi salah satu sektor yang ikut menghidupkan usaha kecil ini, mulai dari penjual pakaian, kurir, hingga jasa pencuci.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










