Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi - FloresPos Net - Page 3

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manfaat untuk Lingkungan

Selain berdampak ekonomi, thrifting juga membantu lingkungan. Memakai pakaian bekas berarti memperpanjang umur pakaiannya, sehingga produksi bahan baku baru bisa ditekan.

Di tengah maraknya fast fashion, yaitu pakaian murah yang cepat berganti tren, thrifting menjadi cara sederhana untuk menolak kebiasaan belanja berlebihan.

Industri fesyen memang dikenal boros air dan penyumbang emisi karbon. Jadi, setiap potong baju bekas yang kembali dipakai adalah kontribusi kecil, tapi nyata.

Baca Juga :  Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?

Tantangan yang Perlu Diwaspadai

Tapi bukan berarti tanpa masalah. Pemerintah melarang impor pakaian bekas karena alasan kesehatan dan melindungi industri tekstil dalam negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat Indonesia masih mengimpor 1.840 ton pakaian bekas, dengan nilai mencapai US$1,97 juta. Angka ini jadi rekor tertinggi sejak pandemi. Negara asal terbesarnya adalah Taiwan, Hong Kong, dan Singapura.

Baca Juga :  Tolak Proyek Geothermal Demi Keutuhan Ciptaan (Dukungan “Kecil” atas Sikap Tegas Uskup Agung Ende)

Baju impor yang tidak disterilkan bisa membawa penyakit. Selain itu, banjir barang impor bisa memukul UMKM tekstil lokal.

Karena itu, pelaku usaha dan konsumen perlu sama-sama bijak: utamakan produk preloved dari dalam negeri, pastikan bersih, dan dukung aturan yang berimbang.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA