Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja) - FloresPos Net - Page 2

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judi online juga memiliki keterkaitan erat dengan kebebasan manusia. Banyak orang berargumentasi, “Itu uang saya dan itu pilihan saya.” Tentu saja, setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan tindakannya.

Namun, dalam pandangan Kristiani, kebebasan tidak berarti melakukan segala sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Kebebasan senantiasa terkait dengan kebenaran dan tanggung jawab.

Seseorang mungkin memulai perjudian dengan rasa bebas, tetapi ketika mereka kehilangan kendali, terus-menerus mengejar kekalahan, berutang, berbohong kepada pasangan, atau menggunakan dana yang seharusnya untuk kebutuhan keluarga demi berjudi, maka kebebasan itu bertransformasi menjadi perbudakan.

Baca Juga :  Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Oleh karena itu, Gereja dan lembaga keagamaan harus mendorong umat untuk memahami bahwa kebebasan yang sejati terletak pada kemampuan untuk memilih kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Prinsip ASG berikutnya adalah kesejahteraan umum (bonum commune). Judi online tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat menjalar kepada keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :  Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)

Pendapatan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga, dapat habis dalam waktu singkat.

Ketika uang habis dan utang menumpuk, seringkali konflik di dalam keluarga meningkat, kepercayaan runtuh, dan produktivitas kerja menurun, sehingga masalah ini menjadi isu sosial yang semakin memprihatinkan.

Berita Terkait

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru

Nusa Bunga

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:08 WITA