Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa - FloresPos Net - Page 4

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Undang-Undang Desa sendiri menempatkan kehidupan demokrasi, pemerintahan yang akuntabel dan transparan, serta kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan desa sebagai bagian dari kewajiban kepala desa.

Pilkades Harus Berakhir dengan Persaudaraan

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Pilkades bukan hanya siapa yang memperoleh suara terbanyak. Keberhasilan demokrasi desa juga dapat dilihat dari kemampuan masyarakat untuk kembali duduk bersama setelah perbedaan pilihan berakhir.

Baca Juga :  “Elegi Dua Cinta”

Pilkades boleh melahirkan pemenang dan pihak yang belum berhasil memenangkan kontestasi. Tetapi jangan sampai ia melahirkan permusuhan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Manggarai Barat membutuhkan demokrasi desa yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga sehat dan beradab. Politik harus menjadi jalan untuk memperkuat masyarakat, bukan memperlemah hubungan kekeluargaan.

Sebab pada akhirnya, jabatan kepala desa memiliki masa jabatan, tetapi hubungan persaudaraan memiliki umur yang jauh lebih panjang.
Pilkades boleh selesai.

Baca Juga :  Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Kampanye boleh berakhir. Perbedaan pilihan boleh disimpan sebagai bagian dari sejarah demokrasi. Tetapi setelah semuanya selesai, masyarakat harus kembali menjadi satu: satu desa, satu persaudaraan, dan satu tujuan—membangun desa. *

Penulis adalah Kepala Desa Siru, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Berita Terkait

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’
Diving di Teluk Maumere, Tiga Penyelam WNA Belum Ditemukan Satu Lainnya Selamat
Rayakan HUT ke-25, Stipas KAK Gelar Futsal dan Bola Voly
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WITA

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027

Berita Terbaru