Sergius dan keluarga tidak berani tinggal di dalam temboknya yang terbuat dari batako dan beratap seng. Rumah tersebut pun belum diplester sehingga keretakan di berbagai bagian tembok terlihat jelas.
Sergius mengaku pihak pemerintah desa sudah turun melaihat kondisi rumahnya dan melakukan pendataan serta mengirimkannya ke pihak kecamatan agar bisa mendapatkan dana untuk perbaikan.
Ia menyebutkan LSM Caritas dan Pemerintah Desa Iantena sudah memberikan bantuan beras,mie isntan dan telur ayam serta bantuan PMI Sikka juga baru memberikan bantuan terpal.
“Kalau ada terpal atau tenda bantuan dari pemerintah daerah supaya kami bisa tinggal sementara dahulu di tenda yang kita banguan di depan rumah untuk bisa bertahan sementara waktu,” harapnya.
Selain rumah milik Sergius, bangunan MCK milik tetangga yang persis berada di sebelah selatan rumahya pun ambruk akibat Gempa Flores dan pemiliknya sedang melakukan pembangunan kembali.
Di Dusun Dobo terdapat 23 rumah yang rata-rata setengah tembok dan berdinding halar (bambu belah). Dusun ini dihuni oleh 34 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 92 jiwa.
Terdapat 6 rumah yang berada di luar kompleks pemukiman di dusun ini dan berada di dalam hutan dan satu rumahnya berada di dalam kawasan hutan lindung, Hutan Kemasyarakatan (HKM) Ili Dobo. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2









