Kebahagiaan itu terlihat dalam interaksi sederhana selama kegiatan. Anak-anak diberi ruang untuk berbicara, bertanya, bernyanyi, dan mengekspresikan perasaan mereka.
Kehadiran orang-orang dewasa yang mau mendengarkan dan bermain bersama menjadi bagian penting dari proses pemulihan emosional anak-anak.
Guru Senior: Kehadiran Ini Sangat Menyentuh
Salah seorang guru senior SDK Wudi, Bapak Lazarus Ganggas, guru agama, mengaku sangat tersentuh dengan kehadiran Yapersukma Pusat dan Tim Healing.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian kepada anak-anak dan guru setelah melewati masa sulit.
Kehadiran Tim Healing memberikan warna baru bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan snack dan hiburan, tetapi juga merasakan bahwa ada orang-orang yang datang untuk mendengarkan, menemani, dan memberikan semangat.
Mengembalikan Senyum Anak-Anak
Kunjungan ke SDK Wudi memperlihatkan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya berbicara tentang membangun kembali gedung sekolah. Ada hati anak-anak yang juga perlu dipulihkan.
Melalui nyanyian, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kebersamaan, anak-anak mendapatkan ruang untuk kembali tersenyum dan menikmati masa kanak-kanak mereka.
Hari itu, SDK Wudi bukan sekadar tempat belajar. Sekolah berubah menjadi ruang perjumpaan, persaudaraan, dan penyembuhan.
Suara anak-anak yang menyanyikan “Jika kita satu dan bekerja sama, sungguh senang rasanya” menjadi pesan sederhana tetapi kuat.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










