Selain memberikan bantuan, Uskup Sipri Hormat juga memberkati dan mendoakan warga panti agar mereka dikuatkan untuk menghadapi pelbagai peristiwa kehidupan, terutama selama menjalani masa tanggap darurat pascagempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Diberitakan media ini sebelumnya, Keuskupan Ruteng melalui Tim Caritas Keuskupan hingga Jumat (28/8/2026) telah menyisir 49 titik pengungsian yang tersebar di 31 Paroki di Keuskupan Ruteng untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada 17.429 lebih penyintas.
Ada pun bantuan yang telah disalurkan di antaranya beras 17.445 kg (17, 445 ton); telur 394 papan, air mineral 657 dus, mi instan 1.054 dus, biscuit 498 dus; selimut 246 lembar, Tikar 167 lembar, dan terpal 105 lembar.
Selain itu, Tim Caritas Keuskupan Ruteng telah menyalurkan perlengkapan kebutuhan mandi, kebutuhan bayi & lansia, serta obat-obatan.
Direktur Caritas Keuskupan Ruteng RD. Benedictus Gaguk yang dihubungi media ini mengemukakan bahwa bantuan yang didistribusikan tim Caritas tersebar di paroki-paroki terdampak gempa tektonik baik yang ada di Kabupaten Manggarai, maupun di Kabupaten Manggarai Timur.
“Tim Keuskupan Ruteng telah mengunjungi 49 titik pengungsian yang tersebar di 31 paroki di Manggarai dan Manggarai Timur,” katanya.
Untuk sementara, lanjut Romo Benedictus Gaguk, penerima manfaat dalam respons kebencanaan di Keuskupan Ruteng mencapai 17.429 jiwa.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










