Kendati demikian, harapan utama para siswa ke depan meliputi penambahan armada (50%), perluasan operasional pada hari Sabtu, serta peningkatan keramahan dan kebiasaan pelayanan dari para pengemudi.
Program ini memberikan dampak ekonomi dan psikologis yang sangat positif bagi para orang tua murid, yang mayoritas berada pada kelompok penghasilan menengah ke bawah (Rp 500 ribu – Rp 1 juta per bulan). Mereka merasakan penghematan biaya transportasi yang signifikan, di mana 40% di antaranya mengalami efisiensi pengeluaran hingga 41%–50%.
Dari sisi efisiensi dan keamanan, seluruh orang tua (100%) sepakat bahwa program ini memangkas beban waktu antar-jemput, sekaligus memberikan rasa aman dan tenang saat melepas anak-anak mereka menggunakan moda transportasi publik.
Selaras dengan aspirasi siswa dan pengemudi, mayoritas orang tua turut menekankan pentingnya penambahan jumlah armada (67%) serta perluasan hari operasional hingga hari Sabtu.
Dampak Bagi Angkutan Pedesaan
Program ini berhasil merevitalisasi dan mempertahankan armada angkutan pedesaan eksisting agar tetap beroperasi secara berkelanjutan di tengah penurunan minat masyarakat terhadap transportasi publik.
Armada angdes tidak kehilangan fungsinya sebagai angkutan umum reguler. Di luar jam antar-jemput sekolah (pagi saat berangkat dan siang saat pulang), pengemudi tetap bebas beroperasi mengangkut penumpang umum sesuai trayek resminya.
Bagi angkutan pedesaan di Kabupaten Magelang, Program APA bukan hanya sekadar skema penugasan sosial, melainkan solusi ekonomi yang memberikan kepastian pendapatan, jaminan biaya operasional, dan kepastian masa depan armada di tengah tantangan modernisasi transportasi daerah.
Catatan Akhir
Program Angkutan Pelajar Aman (APA) telah membuktikan bahwa kebijakan transportasi gratis mampu memberikan ketenangan bagi orang tua, efisiensi bagi pelajar, dan kepastian pendapatan bagi para sopir angkutan.
Catatan evaluasi yang ada menjadi landasan penting untuk terus menyempurnakan layanan ini demi masa depan pendidikan dan transportasi daerah yang lebih baik. *
Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
Editor : Wall Abulat









