Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo - FloresPos Net - Page 3

Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung saat itu sampaikan, penyelenggaraan event berkualitas tidak hanya menjadi atraksi bagi wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat daya saing destinasi dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Berdasarkan kajian Kementerian Pariwisata, kata dia, event berkualitas adalah event yang mampu memperkuat citra destinasi, mendorong investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena itu, Festival Golo Koe menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, ujarnya.

Andhy ungkapkan, FGK yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi salah satu kebanggaan Provinsi NTT. Tahun ini, NTT berhasil menempatkan 3 event unggulan dalam kalender KEN, yaitu Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara di Kabupaten Manggarai Barat, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari di Kabupaten Manggarai, dan Festival Lamaholot di Kabupaten Flores Timur. FGK 2026 telah memasuki tahun kelima dan juga tahun kedua masuk 10 besar Katalog KEN.

Baca Juga :  Safari Gemarikan di Flores Timur, Ahmad Yohan: Ayo Makan Ikan untuk Generasi Sehat dan Cerdas

Menurutnya Festival Golo Koe juga menjadi momentum untuk mendorong penguatan wisata religi Katolik di Labuan Bajo Flores yang sejak tahun 2024 juga mulai dikembangkan secara terintegrasi dalam rangkaian Travel Pattern Ziarah Religi Katolik yang menghubungkan 54 destinasi religi dan budaya Katolik yang ada di Pulau Flores.

“Pengembangan wisata religi Katolik diharapkan dapat memperkaya produk wisata di Labuan Bajo Flores, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat citra destinasi yang memadukan keindahan alam, budaya, dan spiritualitas. Selain itu, penyelenggaraan festival ini kami harapkan dapat menciptakan interkonektivitas aktivitas di destinasi yang ada di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya,” tutup Andhy.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, paparkan upaya Pemkab Mabar dalam memperkuat tata kelola destinasi melalui pengembangan aplikasi Gendang Mabar dan mengintegrasikannya secara interoperabilitas dengan aplikasi SI ORA milik Balai Taman Nasional Komodo.

“Gendang Mabar akan menjadi pusat informasi resmi bagi wisatawan mengenai daya tarik wisata, travel agent, tour operator, pemandu wisata, hingga pelaku usaha pariwisata yang telah terverifikasi sesuai ketentuan. Kehadiran platform ini diharapkan memudahkan wisatawan memperoleh informasi yang akurat sekaligus meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan pariwisata di Manggarai Barat,” jelas Peter.

Baca Juga :  Tegas Seruan Pemimpin Gereja Indonesia: Tolak Politik Identitas dan Politik Uang

Diskusi juga diwarnai berbagai masukan dari pelaku industri pariwisata, asosiasi, media, dan akademisi terkait pentingnya penyusunan paket wisata terpadu selama FGK, penyebarluasan informasi resmi kepada wisatawan, penguatan promosi digital, serta peningkatan koordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan festival agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan memperkuat posisi Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan ini, BPOLBF berharap terbangunnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan Festival Golo Koe 2026 sebagai event yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, namun juga memberikan dampak nyata terhadap penguatan produk wisata, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo
Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Capai 103 Orang, 7.492 Gempa Susulan
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Membantu Masyarakat Pedalaman Ngada yang Belum Tersentuh
Di Hadapan Presiden Prabowo, Bupati Nagekeo Soroti Sukses MBG Tapi Minim Bahas Pelajar Korban Gempa
Astra Group Salurkan Bantuan Bagi Desa Gera, Panti Dhymphma dan Panti Lansia CIJ
Astra Group Salurkan 30 Paket Sembako Bagi Wartawan di Sikka
ADPRD Nagekeo Elias Cima: Pendataan Rumah Rusak Gempa Harus Akurat dan Transparan, Jangan Asal Foto
Perdana Injak Kaki di Tanah Nagekeo untuk Bantu Korban Gempa–Terima Kasih Presiden Prabowo
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Capai 103 Orang, 7.492 Gempa Susulan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:12 WITA

IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Membantu Masyarakat Pedalaman Ngada yang Belum Tersentuh

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Di Hadapan Presiden Prabowo, Bupati Nagekeo Soroti Sukses MBG Tapi Minim Bahas Pelajar Korban Gempa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:27 WITA

Astra Group Salurkan Bantuan Bagi Desa Gera, Panti Dhymphma dan Panti Lansia CIJ

Berita Terbaru