Dirincikan, agenda FGK 2026 sama seperti tahun-tahun sebelumnya. FGK 2026 berlangsung 5 hari, 10-15 Agustus. Pada 10 Agustus pembukaan pameran dan pentas seni budaya, lokasi Marina/waterfron, 11 Agustus di antaranya kegiatan ekologis.
Tanggal 12 Agustus, pagi harinya kegiatan sosial mengunjungi keluarga-keluarga rentan di pinggiran Kota Labuan Bajo, sore hari ada karnaval budaya dan tarian kolosal.
Kemudian pada 13 Agustus ada festival budaya dan pentas caci di pagi hari di lapangan Seminari, karena di Waterfron panas. Panas dari atas, panas dari lantai.
FGK-FGK Sebelumnya selalu di Waterfron, tetapi ada masukan berbagai pihak, bahwa kondisinya panas, makanya bergeser ke lapangan Seminari.
Kegiatan 14 Agustus, sorenya prosesi akbar hingga malam. Tanggal 15 Agustus Misa Inkulturasi sekaligus penutupan.
Tentang FGK, kata Romo Erik, banyak yang tanya.
“Saya bilang Labuan Bajo tidak hanya alamnya yang indah, tetapi banyak sekali kekayaan yang indah di Labuan Bajo yang patut dikunjungi. Agama mereka, budaya mereka, keramahan mereka, dan itu ada di FGK.
Mungkin terlalu jauh ke pedalaman dan waktunya tidak sempat, ya silakan mengunjungi FGK. Ada juga sebagian makanan-makanan yang dipajangkan di sana, FGK,” katanya.
FGK adalah kolaborasi semua pihak di Labuan Bajo, berbagai elemen ini melaksanakan pentas acara besar selama 5 hari, FGK. Koordinasi pihak panitia FGK sejauh ini sudah berjalan.
“Prosesi ini sudah berjalan dari paroki ke paroki. Dibalik prosesi lintas paroki yakni mensosialisasikan FGK dan juga mengajak, memobilisasi orang ayo berwisata dan ikut FGK,” ucap Romo Erik.
Panitia, masih Romo Erik, mempromosi, mengajak orang, agen-agen perjalanan, group wisata untuk ambil bagian, misal, membuat agenda perjalanan pada hari-hari FGK. Juga memfasilitasi grup/perorangan ambil bagian di FGK.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










