Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica - FloresPos Net - Page 3

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pejabat tidak bertindak dalam ruang hampa, akan tetapi bertindak dalam sistem di mana impunitas telah menjadi bagian dari hak istimewa jabatan yang tidak pernah sepenuhnya dipertanyakan.

Dalam hal ini, impunitas bukan sekadar kegagalan penegakan hukum, tetapi produk dari rezim kekuasaan yang secara aktif diproduksi dan direproduksi. Dengan kata lain, pejabat publik memiliki hak untuk lebih dan ekspresi dalam bentuk intimidasi adalah hal yang lumrah dan dapat dimaklumi.

Tragedi dr. Ica memaksa kita untuk bertanya: seberapa banyak tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil seperti NTT, yang setiap hari berhadapan dengan tekanan serupa, namun tidak pernah tersuarakan? Seberapa sering kuasa membunuh dalam senyap, bukan dengan peluru, bukan dengan tangan, melainkan dengan kata-kata, dengan tatapan, dengan klaim jabatan yang diucapkan dalam nada yang mengancam?

Baca Juga :  Julie Sutrisno Laiskodat Minta Bupati Edi Kawal Program NasDem di NTT

Keadilan yang Tidak Bisa Menunggu

Untuk melihat bahwa yang terjadi pada dr. Ica bukan insiden tunggal, melainkan gejala dari struktur yang lebih dalam saat menempatkan perempuan muda berseragam putih di posisi rentan di hadapan klaim kekuasaan yang tidak sah secara moral, sekalipun mungkin sah secara simbolik.

Keadilan bagi dr. Ica bukan hanya proses hukum meski proses hukum itu harus berjalan tuntas dan tanpa tebang pilih. Keadilan yang sesungguhnya mensyaratkan transformasi wacana bahwa tenaga kesehatan adalah subjek yang dilindungi, bukan tubuh yang bisa diintimidasi.

Karena itu, jabatan publik adalah mandat pelayanan, bukan lisensi untuk merendahkan. Hemat saya, intimidasi verbal dengan dalih apapun termasuk dalih kepentingan kerabat adalah tindak kekerasan yang meninggalkan luka nyata.

Baca Juga :  Pilkada Nagekeo: Arah Perubahan Baru

Kita perlu mendekonstruksi rezim kebenaran yang memungkinkan peristiwa seperti ini terjadi berulang. Maka dari itu, langkah pertama dekonstruksi itu adalah menolak untuk berdiam diri dengan cara menolak untuk membiarkan kematian dr. Ica dikubur bersama namanya, tanpa pertanggungjawaban, tanpa perubahan, tanpa keadilan.

Hemat saya, kuasa yang membunuh tanpa menyentuh tubuh adalah kuasa yang paling berbahaya karena ia tidak meninggalkan jejak pada kulit atau alat inderawi lainnya.

Akan tetapi, berpusat langsung pada jiwa. Justru jiwa yang hancur, seperti yang dialami dr. Ica, adalah luka yang tak kalah nyata dari luka fisik manapun. Sudah waktunya hukum dan masyarakat kita mengakui hal ini.*

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat, Unwira Kupang, NTT

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa
BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda
Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Bizfest III STIE Karya Ruteng Resmi Dibuka: Kolaborasi Multipihak Geliatkan Ekonomi Kreatif dan UMKM Manggarai
Pesan Ketua Panitia NYD 3 di Maumere, Jadilah Orang Muda Yang Berani, Beriman dan Melayani
837 Orang Muda Katolik Dari 9 Keuskupan Mengikuti Misa di Gelora Samador Maumere
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:47 WITA

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:14 WITA

Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WITA

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:29 WITA

Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Jul 2026 - 17:47 WITA

Nusa Bunga

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Sabtu, 4 Jul 2026 - 11:55 WITA