Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica - FloresPos Net - Page 2

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam konteks ini, kebenaran yang beroperasi adalah pejabat publik yang memiliki otoritas lebih tinggi dari dokter jaga, dan suara keras adalah hak mereka, sedangkan kepatuhan adalah kewajiban dr. Ica. Bukan kebenaran faktual, tetapi kebenaran yang diproduksi dan dilanggengkan oleh struktur kuasa. Dan dalam kebenaran itulah, dr. Ica ditempatkan sebagai yang harus tunduk.

Ketika Subjek Dibentuk untuk Menjadi Korban

Dalam kacamata Foucault, subjek bukan entitas yang otonom dan bebas tetapi hasil dari proses pembentukan yang terus-menerus oleh institusi, norma, dan relasi kuasa. Seorang dokter dibentuk melalui bertahun-tahun pendidikan, hierarki profesi medis, etos pelayanan, dan tanggung jawab etis yang melekat pada jas putihnya. Namun, di sinilah paradoks yang mematikan.

Seyogianya, dr. Ica telah dibentuk oleh sistem untuk menjadi pelayan, yaitu untuk hadir dan melayani pasien, dengan kemampuan yang telah dipelajarinya.

Sedangkan, dalam pembacaan pra-tragedi, sebagai seorang dokter jaga yang pada malam itu mendapat tugasnya, dr. Ica justru menjalankan tugas tanggung jawabnya dan tidak bisa mengabaikan insiden itu begitu saja karena identitas profesionalnya.

Baca Juga :  One Heart, One Spirit, One Mission, Duc In Altum (Sebuah Refleksi)

Akibatnya, ia harus menjalankan tugasnya dan memberikan pelayanan yang terbaik agar profesional ilmunya mampu membawa kebaikan bagi pasien yang dilayaninya. Namun, hal yang terjadi kemudian malah menjadi suatu yang berada di luar kendalinya.

Dokter Ica mendapat bentakan dan merasa tertekan sehingga ia menangis (Pos Kupang, 27/06/2026). Di sini, hemat saya, hal demikian menjadi ketakutan dan tekanan psikologis yang mengungkapkan sebuah pengakuan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan oleh peristiwa yang secara fisik mungkin hanya berlangsung beberapa menit, namun mengikis sebuah gejala pada psikologi seseorang.

Dokter Ica, dalam tekanan psikologis yang ia tanggung, kemungkinan besar menginternalisasi narasi bahwa ia telah bersalah, karena itu ada sesuatu yang kurang dari dirinya yang membuatnya pantas diperlakukan demikian. Inilah yang dalam perspektif Foucault disebut sebagai penundukan diri (self-subjection).

Baca Juga :  Bupati Ngada Andreas Paru: PPK Turut Berperan Lahirkan Pemimpin Berkualitas

Artinya, tubuh dan jiwa mengorganisasikan dirinya menurut logika kuasa yang menindas, bahkan tanpa kehadiran si penindas. Karena itu, setelah peristiwa yang dialami dr. Ica, setelah melalui proses perawatan jiwa selama belasan hari yang ia jalani adalah bukti bahwa yang terjadi bukan sekadar insiden, melainkan kerusakan identitas yang fundamental.

Seorang manusia yang datang untuk menyembuhkan orang lain, justru hancur karena ia tidak mampu melindungi dirinya dari mesin kuasa yang menghantamnya dalam bentuk kata-kata dan klaim jabatan.

Apa yang Diajarkan Tragedi ini kepada Kita

Satu elemen yang tidak bisa diabaikan dalam kasus ini adalah pertanyaan tentang akuntabilitas struktural. Mengapa dua orang yang mengklaim diri sebagai wakil rakyat merasa memiliki legitimasi untuk mengintimidasi tenaga medis yang sedang bertugas? Jawabannya, sekali lagi, ada di dalam struktur kuasa.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa
BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda
Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Bizfest III STIE Karya Ruteng Resmi Dibuka: Kolaborasi Multipihak Geliatkan Ekonomi Kreatif dan UMKM Manggarai
Pesan Ketua Panitia NYD 3 di Maumere, Jadilah Orang Muda Yang Berani, Beriman dan Melayani
837 Orang Muda Katolik Dari 9 Keuskupan Mengikuti Misa di Gelora Samador Maumere
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:47 WITA

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:14 WITA

Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WITA

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:29 WITA

Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Jul 2026 - 17:47 WITA

Nusa Bunga

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Sabtu, 4 Jul 2026 - 11:55 WITA