ENDE, FLORESPOS.net-Pasca penggusuran lapak dagang dan bangunan di kawasan sempadan Pantai Ndao Ende para pedagang sempat kehilangan lapangan pekerjaan.
Namun setelah satu pekan kemudian mereka diberikan ruang oleh pemerintah daerah membangun lapak di halaman parkir Terminal Ndao untuk berjualan.
Pantauan media ini di terminal, Senin (20/4/2026) pagi, sebagian pedagang sudah mulai berjualan dan sebagiannya sedang membangun lapak dagang secara mandiri.
Lapak yang dibangun berukuran kecil 2×1 memanfaatkan puing – puing bangunan lama pasca pembongkaran. Meski berat dan tak seperti tempat lama, mereka tetap berjualan untuk menyambung hidup.
Kondisi di terminal Ndao juga terlihat mulai ramai. Pemerintah melalui Dinas Perhubungan mengarahkan kendaraan angkutan umum dari luar kota masuk ke terminal. Terminal Ndao yang dulunya tidak berfungsi kini difungsikan kembali sesuai fungsinya.
Beberapa pedagang yang membangun lapak di sebelah barat halaman parkir terminal saat ditemui mengaku baru hari pertama berjualan.
“Baru hari ini kami jualan. Masih sepi nih. Biar tahan-tahan di sini dulu”, kata Murdiana, salah seorang pedagang.
Ia mengatakan lapak yang digunakan untuk berjualan dibangun sendiri dari kayu dan seng bangunan lama yang sudah digusur.
Murdiana mengatakan tempat tersebut tidak strategis karena hanya dikunjungi oleh para penumpang yang turun di terminal.
“Sebenarnya tidak strategis karena letaknya di dalam dan yang beli hanya orang yang turun di terminal”.
Ia berharap kawasan yang digusur tersebut cepat ditata agar Ndao kembali ramai seperti dulu.
“Kami berharap segera ditata agar ramai seperti dulu”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










