BAJAWA, FLORESPOS.net-Prestasi menggembirakan kembali diukir Sekolah Menengah Atas Swasta ( SMAS) Katolik Regina Pacis Bajawa.
Melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi ( SNBP ) 2026 untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia tahun 2026 sebanyak 88 Siswa SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa dinyatakan lulus.
Kepala SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Herdianto Emanuel Ndiwa atau Herdin Ndiwa di ruang kerjanya, Rabu ( 1/4/2026) menjelaskan bahwa prestasi yang ditorehkan oleh anak didiknya sungguh membanggakan.
Dari 88 anak yang lulus tersebut 44 anak justru diterima di Universitas Negeri ternama di luar NTT sehingga 50 % di NTT sedangkan 50 % diterima di luar NTT.
“Atas nama Lembaga saya ucapkan profisiat dan rasa bangga atas pencapaian ini, ” ungkapnya.
Sebuah kebanggaan lainnya ada anak yang lulus di Universitas Negeri yang mana pada tahun- tahun sebelumnya tidak pernah lulus seperti Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY), Unisa Surabaya, Institut 10 November Surabaya juga beberapa Perguruan Tinggi lainnya akhirnya diterima melalui jalur ini.
Peningkatan di Universitas Indonesia ( UI ) sebanyak 3 anak juga di Univeritas Airlangga, Universitas Hasanudin juga patut diapresiasi.
Jumlah 88 siswa yang lolos SNPB tersebut 3 anak di Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Unhas Makasar,ITS 10 November Surabaya,Universitas Negeri Yogjakarta,Universitas Negeri Malang dan Unnes Semarang masing-masing 1 siswa, UNESA Surabaya 2,Udayana Bali 5 Siswa,ISI Bali 7 Siswa, UNDIKSA Bali 20 siswa dan Undana Kupang 42 Siswa.
Peran besar beberapa pihak seperti anak-anak iti sendiri juga penghargaan kepada orang tua yang senantiasa memberikan dukungan anak-anaknya sehingga mereka boleh berhasil sampai ke tahap ini.
Dirinya juga memberi apresiasi kepada para guru terutama Guru Wali Kelas yang selalu melakukan proses pendampingan yang rutin juga peran besar dari guru mata pelajaran juga para pegawai yang senantiasa memberikan data administrasi.
Yayasan, komite sekolah, alumni juga senantiasa memberikan dukungan.
Dinas Pendidikan serta Gubernur NTT melalui Program Quick Wins yaitu Pendampingan Siswa Menuju Pendidikan Tinggi dan Sekolah Kedinasan Unggulan sungguh sangat membantu.
Proses seleksi diawali melalui jalur prestasi yang mana ada dua alat ukur yaitu nilai rata-rata Raport dan sertifikat-sertifikat prestasi.
Sekolah jelasnya mendorong anak agar memiliki sertifikat prestasi sebagai salah satu aspek komponen agar dapat lulus di PTN.
Guru Wali Kelas XII A, Lukas Yakobus Gue Ea mengungapkan anak- anak yang lulus memang merupakan anak prestasi yang mana salah satu anak walinya adalah siswa yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Mesir atas nama Krista Brata yang diterima di UI.
Selain tiga anak yang lulus di UI pernah bersama pernah ikut Debat KOMPEK yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.
Nilai TKA anak-anak yang lulus tersebut hampir di atas 70 hingga 80 dan nilai Mata Pelajaran masuk dalam kategori istimewa.
Strategi yang dilakukan adalah bimbingan intensif di sekolah pagi dilanjutkan sore serta malam belajar mandiri.
Perasaan bahagia tentunya dialaminya ketika mendapat kabar gembira ini dan dirinya juga berharap tidak saja banyak yang bisa kuliah di PTN luar NTT tapi kedepan bisa di luar Negeri pula.
Wali Kelas lainnya, Florida Y.Moi Toda menambahkan anak walinya di Kelas XII B atas nama Artha Mena juga diterima di UI.
Menurutnya jumlah yang cukup signifikan di terima di luar NTT adalah kerja sama antara lembaga, orang tua dan yang paling istimewa adalah anak itu sendiri.
Anak walinya Arta Mena menurutnya juga rekam jejak pernah mengikuti Debat Bahasa Inggris di UI juga nilai rata rata Raport yang bagus dan TKA yang tinggi pula.
Jurusan yang dipilih di UI sesuai nilai TKA dimana yang jurusan yang dipilih adalah Geologi dimana Mata Pelajaran Geografi nilainya Istimewah.
Segala sesuatu yang dilakukan di Lembaga menurutnya pula harus berdampak pada siswa sehingga butuh kerja sama antara guru dan orang tua.*
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










