Bank Sampah Lestari Riung Produksi Sofa dari Botol Aqua Bekas - FloresPos Net

Bank Sampah Lestari Riung Produksi Sofa dari Botol Aqua Bekas

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pengurus dan anggota Bank Sampah Lestari Riung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) memproduksikan seperangkat sofa berkualitas dari botol aqua bekas.

Pembuatan seperangkat sofa ini (kursi dan mejanya) dilakukan usai anggota dan pengurus Bank Sampah Lestari mengikuti pelatihan pembentukan Bank Sampah dan pemilihan kepengurusannya yang berlangsung selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu, 10-11 Maret 2026.

Pelatihan ini diselenggarakan Balai Besar KSDA NTT yang didukung Kementerian Kehutanan, gef, In Flores, dan UNDP.

Selaku narasumber dalam kegiatan pelatihan ini adalah Ketua LSM Anak Cinta Lingkungan (ACIL) Ende, Umar Hamdan, Sekretaris Acil Cahyadi, dan Didik Ismanto selaku Bidang Kekaryaan ACI.

Disaksikan media ini, peserta mendapatkan materi optimalisasi pengelolaan sampah melalui Bank Sampah; Pembentukan kelembagaan Bank Sampah, praktik daur ulang sampah (pembuatan eco sofa dari limbah plastik kresek LDPE), dan manajemen pengolahan Bank Sampah.

Para peserta didampingi tim Acil terlibat aktif dalam proses pembuatan sofa bulat dari ecobrick dan persiapan material pembuatannya di antaranya 19 buah botol aqua 600 ml atau 1500 ml; 3 buah tripleks 9 mm bulat diameter 36 cm; satu buah untuk bungkus samping ukuran 23X101 cm tebal 3 cm; 1 buah spon bulat untuk dudukan atas diameter 36 cm tebal 6 cm; satu buah kain jok Oscar bungkus samping ukuran 101 X 50 cm.

Setelah disiapkan peralatan di atas dan pasca mendapatkan penjelaskan tahapan pembuatan oleh nara sumber dari tim Acil Ende maka puluhan anggota Bank Sampah Lestari langsung membaur ke dalam lima grup untuk kemudian terlihat aktif dalam pembuatan sofa dan meja dari aqua botol bekas.

Berkat kerja sama tim yang baik dan menerapkan ilmu pembuatan sofa yang diberikan tim Acil maka tenggang waktu pembuatan satu sofa hanya berlangsung kisaran waktu antara 30 hingga 45 menit.

Baca Juga :  Buka Turnamen Sepak Bola Mini, Bupati Andreas Sampaikan Kabar Sukacita untuk SDN Watutura

Usai sofa dibuat anggota tim merayakan dengan cara mereka. Ada yang langsung bergantian duduk di atas sofa yang telah dibuat, ada yang membuat video, dan ada pula yang memberi aplaus kepada tim yang berhasil membuat sofa dimaksud.

Media ini juga mencatat bahwa seperangkat sofa yang telah dibuat ini disimpan di Kantor Resor KSDA Wilayah Riung.

Dinas Lingkungan Hidup Sumbang Kendaraan Roda Tiga Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada, Emanuel Kora yang turut hadir pada momen pelatihan pembuatan sofa ini menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar KSDA Wilayah NTT, para nara sumber, panitia dan peserta kegiatan ini.

Secara khusus, Plt. Kadis Lingkungan Hidup mendukung kepengurusan Bank Sampah Lestari Riung yang berkomitmen untuk mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis, di antaranya melalui pembuatan sofa dari botol aqua.

Sebagai wujud dukungannya, Plt. Kadis berjanji akan segera memberikan bantuan kendaraan roda tiga kepada Pengurus Bank Sampah Lestari.

“Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Ngada siap menghibahkan satu unit kendaraan roda tiga untuk kelancaran kerja Pengurus Bank Sampah Lestari Riung,” kata Emanuel.

Tak hanya menghibahkan kendaraan roda tiga, Plt. Kadis juga berkomitmen untuk membangun 22 TPS 3 R di seluruh wilayah Kabupaten Ngada, termasuk di Riung.

Bersihkan Sampah di Kawasan Wisata Alam 17 Pulau Riung

Sementara Direktur 1 Bank Sampah Lestari Riung I Al Ikhsan Musa Mundar dalam sambutannya antara lain menyatakan komitmen pengurus dan anggota untuk menjalankan tupoksi yang dipercayakan kepadanya.

Di hadapan panitia, undangan dan anggota pengurus, Direktur 1 menyampaikan program kerja 100 hari di antaranya akan melakukan pembersihan sampah di kawasan Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dan pembersihan sampah di area-area kawasan wisata di Kecamatan Riung.

Baca Juga :  Pengusaha Pariwisata Hadirkan Sumor Bor untuk Warga Kampung Boloji Ngada

Al Ikhsan Musa Mundar juga berjanji akan menjadikan rumahnya untuk sementara sebagai sekretariat Bank Sampah Lestari, dan ia sendiri siap memberikan tanah miliknya untuk dijadikan TPS 3R di Riung.

Terima Kasih

Ketua Panitia Kegiatan Yeni Tris Styningrum, S.Hut dalam sambutan penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula Bintang Wisata Riung menyampaikan terima kasih kepada Camat Riung, Plt. Kadis Lingkungan Hidup, para nara sumber dari Acil Ende, Pengurus Bank Sampah Lestari Riung, dan peserta kegiatan yang terlibat aktif selama kegiatan pembentukan Bank Sampah berjalan.

Secara khusus, Yeni menyampaikan terima kasih kepada Direktur I Al Ikhsan Musa Mundar yang rela menjadikan
rumahnya sebagai secretariat sementara Bank Sampah Lestari, dan yang telah menyiapkan tanah miliknya untuk dijadikan tempat pengolahan usaha sampah Bank Sampah Lestari Riung.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif dari kita semua,” kata Yeni.

Diberitakan sebelumnya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT menggelar kegiatan pembentukan Bank Sampah yang berlangsung di Aula Hotel Bintang WIsata Riung selama dua hari sejak Selasa (10/3/2026) hingga Rabu (11/3/2026).

Selaku nara sumber selama kegiatan ini adalah tim Anak Cinta Lingkungan (ACIL0 Ende di bahwa pimpinan Ketua Acil, Umar Hamdan.

Kegiatan selama dua hari ini, juga tercatat ada momen spesial pemilihan pengurus Bank Sampah Lestari dengan struktur kepengurusan Direktur I Al Iksan Musa Mundar, Direktur II Fatmawati, Sekretaris I Bakkasang Daeng Mapaccing, Sekretaris II Nafisa Insan, Bendahara Novi, Teller 1 Asti, Teller II Nurlin, dan Kepala Gudang Ismail Marjukin.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Anak Usia Sekolah Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende, Satlantas Lakukan Ini
Dinkes Temukan Kasus Baru di tahun 2026, 27 Warga Ende Positif HIV/AIDS
Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WITA

Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan

Berita Terbaru