Korsleting Alat Sterilisasi Hampir Memicu Kebakaran di Puskesmas Beru - FloresPos Net

Korsleting Alat Sterilisasi Hampir Memicu Kebakaran di Puskesmas Beru

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Para pasien dan tenaga medis yang sedang bertugas di Puskesmas Beru, Kota Maumere panik dan berlari ke luar gedung setelah mendengar teriakan adanya kebakaran.

Percikan api dan asap berasal dari ruangan tindakan dimana titik api berasal dari alat sterilisasi yang berfungsi melakukan sterilisasi alat-alat kesehatan yang berada di ruangan tersebut.

“Kemungkinan ada korsleting dari alat strelisasi yang ada di ruangan tindakan,” sebut Kepala Puskesmas Beru, dr.Venansia A.Djado Bala yang ditemui Rabu (4/2/2026).

Dokter Venansia menjelaskan, sebelumnya seorang tenaga medis sedang melakukan sterilisasi kain kasa dan setelah alat sterilisasi dicolok ke stop kontak petugas tersebut ke luar ruangan tindakan.

Tak berselang lama, seorang petugas medis melihat ada percikan api dari alatnya dan terlihat asap sehingga memberitahukan adanya bahaya kebakaran sehingga para pasien pun dievakuasi.

“Alat tersebut berfungsi untuk mensterilisasi peralatan kesehatan. Setelah diberitahu terjadinya kebakaran,kami langsung melakukan evakuasi pasien ke luar gedung,” ujarnya.

Dokter Venansia mengakui pihaknya pun langsung menghubungi kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran yang jaraknya tidak jauh dari Puskesmas Beru serta kantor PLN Maumere.

Baca Juga :  Air Mata Bahagia Mekas Hila Menyambut Sang Anak

Dirinya mengatakan setelah kejadian ini pihaknya menghentikan sementara waktu pelayanan medis di Puskesmas Beru supaya bisa membenahi dan membersihkan lagi ruangan yang ada.

“Kalau melihat kondisi seperti ini maka pelayanan kesehatan dihentikan sementara.Mudah-mudahan besok bisa kembali dibuka untuk pelayanan pasien kembali,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha mengatakan setelah diberitahu adanya kebakaran di Puskesmas Beru pihaknya langsung bergegas ke lokasi.

Buang sapaannya menyebutkan,karena jarak kantornya dengan Puskesmas Beru hanya sekitar 100 meter lebih maka pihaknya hanya dalam beberapa menit saja sudah tiba di lokasi.

“Awalnya kami ingin melakukan pemadaman api menggunakan air dari dalam gedung namun aliran listrik belum dipadamkan. Saya perintahkan untuk pecahkan kaca jendela sehingga kami bisa semprotkan air dari luar gedung,” ungkapnya.

Buang menambahkan,bsetelah melakukan evakuasi terhadap manusia baik pasien maupun tenaga medis ke luar gedung, pihaknya pun mencari titik api dan ditemukan di ruangan tindakan.

Baca Juga :  KPK Sebut Ada "Kong Kali Kong" Pembangunan Alfamart di Jalan Mahoni Ende

Peralatan yang terbakar berbahan kimia sehingga dirinya memerintahkan untuk mencampur cairan rinso dan coca-cola lalu dipergunakan untuk memadamkan titik apinya.

“Kita masuk ke ruangan tindakan dan kita temukan penyebabnya. Api berasal dari alat sterilisator yang berfungsi mensterilkan alat-alat kesehatan sehingga kami langsung lakukan pemadaman apinya,” terangnya.

Buang berpesan agar para petugas medis harus memperhatikan kondisi peralatan listrik yang ada di Puskesmas apakah sudah dimatikan saat hendak menutup pelayanan di Puskesmas.

Saat pagi hari masuk kerja pun semua peralatan harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya apakah tidak bermasalah sehingga bisa mengakibatkan korsleting listrik dan memicu terjadinya kebakaran.

“Kejadian sekitar 9.30 wita dan kami lakukan evakuasi manusia selama sekitar 30 menit. Kita bersyukur apinya bisa dipadamkan sehingga tidak terjadinya kebakaran yang menghancurkan seluruh bangunan Puskesmas Beru,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA