MAUMERE, FLORESPOS.net-Para pasien dan tenaga medis yang sedang bertugas di Puskesmas Beru, Kota Maumere panik dan berlari ke luar gedung setelah mendengar teriakan adanya kebakaran.
Percikan api dan asap berasal dari ruangan tindakan dimana titik api berasal dari alat sterilisasi yang berfungsi melakukan sterilisasi alat-alat kesehatan yang berada di ruangan tersebut.
“Kemungkinan ada korsleting dari alat strelisasi yang ada di ruangan tindakan,” sebut Kepala Puskesmas Beru, dr.Venansia A.Djado Bala yang ditemui Rabu (4/2/2026).
Dokter Venansia menjelaskan, sebelumnya seorang tenaga medis sedang melakukan sterilisasi kain kasa dan setelah alat sterilisasi dicolok ke stop kontak petugas tersebut ke luar ruangan tindakan.
Tak berselang lama, seorang petugas medis melihat ada percikan api dari alatnya dan terlihat asap sehingga memberitahukan adanya bahaya kebakaran sehingga para pasien pun dievakuasi.
“Alat tersebut berfungsi untuk mensterilisasi peralatan kesehatan. Setelah diberitahu terjadinya kebakaran,kami langsung melakukan evakuasi pasien ke luar gedung,” ujarnya.
Dokter Venansia mengakui pihaknya pun langsung menghubungi kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran yang jaraknya tidak jauh dari Puskesmas Beru serta kantor PLN Maumere.
Dirinya mengatakan setelah kejadian ini pihaknya menghentikan sementara waktu pelayanan medis di Puskesmas Beru supaya bisa membenahi dan membersihkan lagi ruangan yang ada.
“Kalau melihat kondisi seperti ini maka pelayanan kesehatan dihentikan sementara.Mudah-mudahan besok bisa kembali dibuka untuk pelayanan pasien kembali,” ungkapnya.
Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha mengatakan setelah diberitahu adanya kebakaran di Puskesmas Beru pihaknya langsung bergegas ke lokasi.
Buang sapaannya menyebutkan,karena jarak kantornya dengan Puskesmas Beru hanya sekitar 100 meter lebih maka pihaknya hanya dalam beberapa menit saja sudah tiba di lokasi.
“Awalnya kami ingin melakukan pemadaman api menggunakan air dari dalam gedung namun aliran listrik belum dipadamkan. Saya perintahkan untuk pecahkan kaca jendela sehingga kami bisa semprotkan air dari luar gedung,” ungkapnya.
Buang menambahkan,bsetelah melakukan evakuasi terhadap manusia baik pasien maupun tenaga medis ke luar gedung, pihaknya pun mencari titik api dan ditemukan di ruangan tindakan.
Peralatan yang terbakar berbahan kimia sehingga dirinya memerintahkan untuk mencampur cairan rinso dan coca-cola lalu dipergunakan untuk memadamkan titik apinya.
“Kita masuk ke ruangan tindakan dan kita temukan penyebabnya. Api berasal dari alat sterilisator yang berfungsi mensterilkan alat-alat kesehatan sehingga kami langsung lakukan pemadaman apinya,” terangnya.
Buang berpesan agar para petugas medis harus memperhatikan kondisi peralatan listrik yang ada di Puskesmas apakah sudah dimatikan saat hendak menutup pelayanan di Puskesmas.
Saat pagi hari masuk kerja pun semua peralatan harus dipastikan terlebih dahulu kondisinya apakah tidak bermasalah sehingga bisa mengakibatkan korsleting listrik dan memicu terjadinya kebakaran.
“Kejadian sekitar 9.30 wita dan kami lakukan evakuasi manusia selama sekitar 30 menit. Kita bersyukur apinya bisa dipadamkan sehingga tidak terjadinya kebakaran yang menghancurkan seluruh bangunan Puskesmas Beru,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










