Stipar Ende dan Inovasi NTT Gelar Pelatihan “Reading Camp” Berbasis Metode TaRL: Membangun Fondasi Literasi dari Lio Utara - FloresPos Net

Stipar Ende dan Inovasi NTT Gelar Pelatihan “Reading Camp” Berbasis Metode TaRL: Membangun Fondasi Literasi dari Lio Utara

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Dalam upaya nyata mengatasi kesenjangan kemampuan membaca pada anak-anak di wilayah pelosok, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende menggandeng Inovasi NTT menggelar pelatihan literasi intensif bertajuk Reading Camp.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Februari 2026, ini menjadi tonggak penting bagi penguatan literasi di wilayah Lio Utara, Kabupaten Ende.

Pelatihan ini tidak hanya melibatkan para dosen dari Stipar Ende sebagai akademisi, tetapi juga merangkul ujung tombak pendidikan di lapangan, yakni para guru utusan dari delapan sekolah dasar di wilayah Lio Utara.

Sinergi dan Harapan untuk Anak Bangsa

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, MA selaku Ketua Stipar Ende, bersama Bapak Hironimus Sugi, M.Ed, Manager Provinsi Inovasi NTT. Dalam sambutannya, kedua tokoh ini senada mengungkapkan rasa syukur atas terjalinnya kolaborasi ini.

“Kami berharap pelatihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi bekal konkret bagi para pendidik agar mampu meningkatkan kemampuan literasi anak-anak di Lio Utara secara signifikan,” ujar Dr. Ferry Deidhae.

Senada dengan hal tersebut, Hironimus Sugi menekankan bahwa kehadiran Inovasi NTT adalah untuk memberikan dukungan teknis melalui metode-metode yang sudah teruji secara nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Dari Kota Rahim Pancasila, Capres Ganjar Pranowo Ajak Warga Bangsa Jaga Persatuan

Fokus pada Metode TaRL: Mengajar Sesuai Kebutuhan Siswa

Inti dari pelatihan ini adalah penerapan metode Teaching at the Right Level (TaRL). Sebuah pendekatan inovatif yang mengelompokkan siswa bukan berdasarkan usia atau tingkatan kelas, melainkan berdasarkan kemampuan aktual mereka dalam membaca.

Selama tiga hari, para instruktur ahli dari Lembaga Innovasi, yakni Ibu Kania Dewi, Bagus D. Pranadhigta, Yusrizal A., Maria Y. B. Bheni, dan Yasinta Bate, antara lain: Asesmen Awal Membaca: Teknik memetakan kemampuan dasar siswa.

Pembentukan Kelompok Membaca: Mengorganisir siswa berdasarkan level kompetensi. Strategi Membaca dan Penyusunan RPP Terdiferensiasi: Merancang rencana pembelajaran yang unik untuk setiap kelompok.

Bahan Bacaan Digital: Pemanfaatan teknologi untuk memperkaya sumber belajar. Simulasi dan Implementasi: Praktik langsung sebelum diterapkan di sekolah masing-masing.

Partisipasi aktif terlihat dari kehadiran utusan guru-guru yang datang dari berbagai pelosok Lio Utara, di antaranya: SDK Loboniki, SDN Kobaleba, SDK Mbakaondo, SDK Fungapanda, SDK Maukaro, SDK Aewora, SDK Kamubheka, dan SDN Mundinggasa.

Baca Juga :  Bupati Ende Sampaikan Alasan Nonaktifkan Eman Taji dari Jabatan Kasat Pol PP

Menjembatani Kesenjangan Belajar

Metode TaRL yang diajarkan diharapkan mampu menjadi solusi atas “learning loss” atau ketertinggalan belajar yang sering terjadi di daerah terpencil.

Dengan memberikan intervensi yang tepat melalui asesmen awal, guru dapat memberikan materi yang relevan sehingga pemahaman siswa meningkat secara efektif tanpa merasa terbebani oleh kurikulum yang terlalu tinggi dari level kemampuan mereka.

Dengan melakukan strategi yang tepat, guru dapat memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena mereka “belum siap” menerima materi kelas yang terlalu berat. Para peserta, baik dosen maupun guru, menyambut antusias kegiatan ini.

“Metode ini sangat relevan. Ia memungkinkan kita untuk menyentuh anak sesuai kebutuhan mereka, sehingga kepercayaan diri anak dalam belajar tumbuh kembali,” ujar Ibu Kania Dewi di sela-sela penjelasan RPP.

Pelatihan ini menjadi dasar yang kokoh bagi mereka untuk segera mengimplementasikan Reading Camp di sekolah masing-masing, membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ende, khususnya di wilayah Lio Utara. *

Penulis : Ignasius Suswakara (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica
Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa
BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda
Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil
18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan
Bizfest III STIE Karya Ruteng Resmi Dibuka: Kolaborasi Multipihak Geliatkan Ekonomi Kreatif dan UMKM Manggarai
Pesan Ketua Panitia NYD 3 di Maumere, Jadilah Orang Muda Yang Berani, Beriman dan Melayani
837 Orang Muda Katolik Dari 9 Keuskupan Mengikuti Misa di Gelora Samador Maumere
Berita ini 247 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:47 WITA

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:14 WITA

Nusra Youth Day 3, Bupati Sikka Ajak Orang Muda Katolik Jadi Generasi Penentu Perjalanan Gereja dan Bangsa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WITA

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:29 WITA

Golkar Sikka Bertindak Lokal dan Berpikir Nasional, Perjuangan Nasib Para Guru Berbuah Hasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

18 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung, Sebarannya ada di 7 Kecamatan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kuasa Yang Membunuh Tanpa Menyentuh: Membaca Tragedi dr. Ica

Sabtu, 4 Jul 2026 - 17:47 WITA

Nusa Bunga

BENTARA NET: Solidaritas Iman Muda

Sabtu, 4 Jul 2026 - 11:55 WITA