LARANTUKA, FLORESPOS.net-Para siswa Seminari San Dominggo melakukan kerja bakti di Pasar Inpres Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/1/2026).
Kerja bakti ini melibatkan semua seminaris, para guru, pegawai sekolah, pegawai ekonom dan para pembina. Kerja bakti ini mulai pada pukul 06:20-8:30 WITA .
Romo Wens Herin, menerangkan bahwa kerja bakti ini merupakan salah satu program dari panitia penerimaan siswa baru, tahun ajaran 2026/2027.
“Kerja bakti ini merupakan salah satu program dari panitia penerimaan murid baru SMAS Seminari San Dominggo, tahun ajaran 2026/2027,” jelas Romo Wens Herin, selaku ketua panitia penerimaan murid baru, yang turut hadir dalam kerja bakti ini.
Lebih lanjut, Romo Wens Herin, menjelaskan bahwa pemilihan Pasar Inpres Larantuka sebagai lokasi kerja bakti karena pasar adalah tempat umum, yang beresiko penumpukan sampah-sampah.
Selain itu, pasar juga merupakan pusat peredaran ekonomi masyarakat, sehingga, pasar sebagai tempat umum dan aktivitas jual-beli harus bersih dan nyaman untuk semua masyarakat.
“Pasar sebagai tempat umum dan pusat peredaran ekonomi masyarakat harus bersih dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat baik para pembeli maupun para penjual sendiri,” tandas Romo Wens Herin
Romo Wens Herin juga menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan salah satu implementasi nilai pastoral tentang peduli lingkungan hidup dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Kerja bakti ini adalah aksi nyata dan implementasi nilai pastoral lingkungan hidup. Melalui kerja bakti ini para seminaris dilatih untuk mencintai lingkungan hidup, menjaga dan merawat kebersihan lingkungan,” jelas Romo Wens.
Edel Boleng, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur mengatakan kerja bakti yang dilakukan oleh para seminaris San Dominggo ini sangat luar biasa.
“Adik-adik seminaris San Dominggo, sangat antusias dan semangat dalam membersihkan sampah-sampah di Pasar Inpres Larantuka ini. Kami dari pihak petugas kebersihan, mengucapkan terima kasih banyak untuk semua pihak dari SMAS Seminari San Dominggo, para seminaris, para pembina, para guru dan pegawai semuanya yang sudah terlibat dalam kegiatan kerja bakti ini.”
“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat dan para pelaku pasar, baik pembeli dan penjual, tetap menjaga dan merawat kebersihan di pasar ini,” tandas Edel Boleng.
Selain itu, Sakti, petugas koordinator Pasar Inpres Larantuka, mengungkapkan kegiatan kerja bakti dari para seminaris ini sangat luar biasa dan bagus sekali. Para seminaris begitu bersemangat dalam membersihkan sampah-sampah di pasar ini.
“Kami dari petugas koordinator pasar ini, sangat berterima kasih kepada para seminaris dan semua pihak di SMAS Seminari San Dominggo, semoga dengan kerja bakti ini para masyarakat bisa menjaga dan merawat kebersihan di Pasar agar pasar ini tetap bersih dan nyaman,” jelas Sakti.
Sementara itu, Mama Holima Goniran, penjual kelapa muda, asal dari Desa Bahingga, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, mengatakan kegiatan kerja bakti dilakukan anak-anak seminaris ini sangat luar biasa.
“Saya melihat anak-anak seminaris kerja sangat luar biasa. Anak-anak kerja dengan begitu semangat. Melalui kerja bakti ini, diharapkan kepada semua pedagang maupun pembeli di pasar ini dapat memperhatikan kebersihan demi kenyamanan pasar ini,” ungkap mama Holima Goniran.
Senada disampaikan oleh Mama Ota Kerans, pedagang kue, asal Pante Besar dan Mama Yustina Bedanaen, pedagang sayur, asal Adonara, tinggal Tanjung Bunga.
Mereka mengungkapkan, kegiatan kerja bakti dari anak-anak seminaris ini sangat luar biasa sekaligus kegiatan ini menjadi “teguran” bagi semua masyarakat umum, baik para pedagang dan penjual, boleh menjaga dan merawat kebersihan pasar ini.
Ketua Osis SMAS Seminari San Dominggo, Toni Wangga, menjelaskan bahwa kerja bakti ini sangat penting dan bermanfaat bagi mereka.
“Melalui kerja bakti ini, kami seminaris dapat belajar dan menanamkan nilai-nilai Pastoral mengenai menjaga dan merawat lingkungan hidup. Kerja bakti ini juga membentuk kepribadian kami, untuk selalu mencintai kerja tangan, kerja nyata dan menjaga lingkungan hidup kita,” jelas Toni Wangga.
Diakhir kerja bakti bakti, Romo Wens Herin berharap agar semua masyarakat menjaga dan merawat kebersihan di pasar. Romo juga mengharap pihak pengelolaan pasar, petugas kebersihan dan semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk menjaga dan merawat kebersihan pasar ini. *
Penulis : Fr. Micky Moruk, SVD (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










