NTT Provinsi Miskin, Camat Komodo: Di Manggarai Barat Masyarakatnya Makan Kenyang

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sudah rahasia umum bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu provinsi miskin di Indonesia, konon termiskin ketiga setelah wilayah Papua.

Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, Iwan Martinus, membenarkan. Itu data secara nasional, betul, katanya menanggapi media ini di Labuan Bajo belum lama berlalu.

Menurutnya, data nasional yang cap NTT provinsi miskin ketiga Indonesia, sah-sah saja. Tetapi masyarakat NTT, terutama Manggarai raya, termasuk Mabar, sepertinya tidak kurang pangan. Tanah subur. Ada jagung, beras/ padi, pisang, umbi-umbian dan lain-lain.

“Tidak ada orang mati karena kelaparan di Manggarai Barat ini, masyarakatnya makan kenyang setiap kali makan,” celetuk Camat Iwan.

Data nasional yang kategori NTT provinsi miskin ketiga di Indonesia setelah wilayah Papua, ungkap Camat Iwan, bagus juga. Hanya mungkin itu sepertinya menggunakan standar atau barometer Jawa.

Di Jawa, yang miskin itu betul-betul miskin. Tidak makan, tidak punya tempat tinggal, tinggal di kolong jembatan, tidak punya pekerjaan, tidak punya lahan, dan sebagainya.

Sedangkan di NTT, terutama di Manggarai raya, termasuk Mabar, nyatanya masyarakat punya stok pangan cukup. Di antaranya ada pisang, jagung, umbi-umbian, beras/padi. Di setiap kecamatan di Mabar ada sawah masyarakat. Sebut saja Lembor salah satunya yang dijuluki lumbung padi.

Baca Juga :  894 Personel Diterjunkan Kawal Demo CASN dan PPPK Hari Ini

“Pegawai dalam kota Labuan Bajo yang punya pekarangan tanam sayur,” lagi-lagi Camat Iwan berujar.

Begitu juga dengan nelayan di Manggarai Barat, tidak terkecuali yang di Kecamatan Komodo. Tidak ada orang-orang di pulau di Mabar yang betul-betul di kategori miskin. Karena mereka punya kapal, minimal memiliki sampan.

Komoditi perkebunan pun baik, ada porang dan lain-lain. Peternakan juga begitu. Minimal ada ayam, kambing, babi. Sehingga menopang perekonomian masyarakat, lumayan.

Atas semua itu, semestinya NTT tak layak disebut provinsi miskin, termasuk Mabar, karena memiliki stok pangan yang cukup.

“Di KTP orang Manggarai Barat status jelas. Identitasnya antara petani atau nelayan atau pegawai. Tidak ada yang tulis penganggur,” komentar Camat Iwan.

Namun dari sisi Bansos/BLT, setidaknya kategori NTT provinsi termiskin ketiga secara nasional bagus juga. Tentu hal itu untuk memenuhi rasa keadilan dan asas pemerataan. Biar berimbang dari sudut pandang Bansos/ BLT khususnya. Makanya BLT di mana-mana, kata Camat Iwan.

Lanjut Camat Iwan, terkait status NTT provinsi termiskin, barangkali pasnya miskin pendidikan, miskin infrastruktur, miskin transportasi, dan mungkin juga miskin perhatian dari pemerintah pusat.

Bernadus Ambat, anggota DPRD Mabar secara terpisah juga bernada hampir sama. Diungkapkan, penghasilan masyarakat Mabar khususnya, terutama petani, penghasilan mereka sesungguhnya cukup.

Baca Juga :  PAD Mabar 2023 Tidak Capai Target, Sekda Sodo: Kelemahan Retribusi

Sebab, selain punyak sawah untuk hasilkan padi/beras, mereka juga memiliki kebun/ ladang guna ditanami aneka pangan, di antaranya pisang dan ubi-ubian.

“Dari sisi pangan sebenarnya cukup, stok selalu tersedia,” kata Ambat.

Kemudian, di lokasi sama juga petani bisa menanam kopi, kakao/cokelat, kemiri, cengkeh, porang, dan lain-lain. Ini semua kantong uang.

Di tempat yang sama pula, kebun/ladang petani, juga ada enau yang tumbuh secara alami tanpa campur tangan manusia pemilik lahan. Jika niranya diproses bisa jadikan sopi atau gula batang atau gula aren atau gula apalah namanya. Ini juga sumber uang, penopang ekonomi keluarga. Belum lagi ternak dan lain sebagainya.

“Kita di Manggarai raya ini, tidak terkecuali Manggarai Barat, mungkin sesungguhnya tidak miskin. Pangan cukup, tanaman perdagangan juga cukup,” kata Ambat.

Hanya, lanjutnya, secara umum sepertinya masyarakat Manggarai raya, termasuk Mabar, kalah di manajemen. Itu tidak terlepas dari budaya, kehidupan sosial tinggi.

Hampir semua urusan ujungnya uang. Urusan hidup dan mati, semuanya uang. Keluarga, kenalan, kerabat, handaitolan bahu membahu kumpul uang. Belum beras dan lain-lain.

Urusan hidup, antara lain contohnya terkait nikah dan sekolah. Urusan mati misalnya acara kenduri. Semua ini sulit terhidarkan, karena sudah turun temurun, sepertinya warisan leluhur, tutup Ambat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik
Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere
HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga
Kuasa Hukum Eltras Akan Somasi 12 Pekerja Agar Segera Lunasi Cash Bon
Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes
Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel
Romo Ephy Tegaskan Dugaan Adanya Rekayasa Laporan Kasus TPPO yang Menjerat Pemilik Eltras
Jelang HPN 2026, PAWE Ziarah ke Makam Senior dan Silaturahmi dengan Keluarga
Berita ini 1,709 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:54 WITA

Trash Hero Larantuka Gelar Aksi Bersih Pantai ke-151: Edukasi Masyarakat dan Orang Muda Kurangi Sampah Plastik

Senin, 9 Februari 2026 - 12:18 WITA

Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere

Senin, 9 Februari 2026 - 11:08 WITA

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:11 WITA

Manfaatkan Lahan Tidur Dua Hektar, Etwar Atuna Tanam Semangka dan Sayuran Gunakan Irigasi Tetes

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:44 WITA

Kuasa Hukum Eltras Persoalkan Penyidik Polres Sikka Keluarkan Tersangka TPPO dan Mengawal Saat Berhubungan Badan di Hotel

Berita Terbaru

Wartawan Manggarai Barat bagikan Semabko.

Nusa Bunga

HPN 2026, PWMB Serahkan Sembako kepada Warga Menjaga

Senin, 9 Feb 2026 - 11:08 WITA

Opini

Pers, Pelita Abadi dan Wahyu Keindahan

Senin, 9 Feb 2026 - 08:23 WITA