ENDE, FLORESPOS.net-Beberapa titik jalan di jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Ende saat ini rusak berat. Salah satu titik kerusakan yaitu di Dusun Tendaleo, Desa Mautenda Kecamatan Wewaria.
Di titik tersebut sebuah deker ambruk atau jebol dan menghambat arus lalu lintas menuju pantura sejak dua minggu lalu. Meski demikian pemerintah provinsi yang menangani jalan itu dan pemerintah Kabupaten Ende tidak respon dan turun melihat apa lagi melakukan perbaikan.
Tokoh agama, tokoh masyarakat setempat sempat berkomunikasi dengan pemerintah namun jawaban tak ada anggaran.
Melihat kondisi ini, tiga batu tungku (pemerintah, tokoh agama, tokoh adat) berinisiatif menggerakkan stakeholder dan masyarakat di wilayah itu melakukan aksi swadaya memperbaiki deker tersebut. Aksi perbaiki deker tersebut dilakukan pada Senin 15 Desember hingga Selasa 16 Desember 2025.
Pastor Kuasi St Ludgerus Tanili, RD Safan Rengu kepada Florespos.net, Rabu (17/12/2025) pagi mengatakan jalan tersebut adalah akses penting bagi masyarakat ke wilayah utara.
Jika dibiarkan seperti ini maka akan mengganggu dan menghambat akses masyarakat.
“Saya lihat ada jembatan darurat dan masyarakat membantu pengendara melintas lalu menarik pungutan. Kondisi ini tidak baik dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama,” kata RD Safan.
Melihat kondisi tersebut dan lambannya respon dari pemerintah, kata RD Safan, ia bersama Camat Wewaria, Kepala Desa, Mosalaki setempat, Kapolsek, Dandramil menggerakkan masyarakat melakukan aksi swadaya memperbaiki deker tersebut.
“Kita paham kalau menunggu pemerintah maka pasti ada prosedur dan itu pasti terlambat. Maka kami berinisiatif bekerja dengan swadaya dari masyarakat dan bantuan dari pihak swasta seperti PT Yetty Dharmawan,” kata RD Safan.
Ia mengatakan kerja tersebut murni swadaya dari masyarakat dan dukungan dari pihak swasta.
“Kami kerja dua hari dari pagi sampai malam, makan minum ditanggung oleh masyarakat. Saat ini sudah selesai tetapi ditutup karena masih basah,” katanya.
Camat Wewaria, Fidelis Pela mengatakan pemerintah kecamatan mengambil langkah menginisiasi gerakan ini dengan tujuan agar menjaga arus lintas di jalur tersebut menjelang natal dan tahun baru.
“Terima kasih kepada tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, TNI dan Polri di Kecamatan Wewaria yang sudah bergerak dalam aksi swadaya ini,” katanya. *
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










