LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 tingkat Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) dimulai hari ini, Senin (8/12/2025).
Tahun ini, ada 25 inovasi yang mendaftar sejak dibuka 6 Oktober dan ditutup pada 20 November lalu. Dari 25 tersebut, 21 inovasi di antaranya lolos dan masuk tahapan berikut, presentasi atau wawancara dan akan berlanjut ke tahap uji petik atau verifikasi lapangan.
Kepala Bapperinda Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima saat membuka kegiatan tahapan presentasi atau wawancara, Senin (8/12/2025) menjelaskan, tahapan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Flores Timur tahun 2025 sudah dimulai sejak 30 November lalu dan saat ini tengah memasuki tahapan presentasi atau wawancara.
“Tahapan wawancara ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta lomba sebanyak 21 inovasi yang lolos tahapan penyampaian dan penilaian proposal,” katanya.
Apolonia mengatakan, dalam tahapan presentasi atau wawancara, Tim Penguji mendalami proposal dan berbagai hal yang berkaitan dengan inovasi tersebut.
“Seperti inovatif, original, kebaruan, dampak inovasi, keberlanjutan dari inovasi tersebut dan lainnya. Juga berkorelasi dan mendukung visi daerah. Ada tiga kategori yang dilombakan, yakni pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan ekonomi, sosial dan budaya,” katanya.
Apolonia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada 25 inovator yang telah mendaftar dan 21 inovator yang lolos lanjut ke tahapan presentasi atau wawancara.
Presentasi Hari Pertama
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah pada Bapperinda Flores Timur, Leony Deran Ola mengatakan, ada 21 inovasi yang lolos tahapan presentasi di hadapan Tim Penguji yang berlangsung selama tiga hari.
Inovasi yang presentasi di hari pertama, yakni Inovasi School Based Project (SBPro) oleh SMPK St. Isidorus Lewotala, inovasi Model Eloka: Solusi Inovatif Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Terdiferensiasi dan Berpihak pada Murid melalui Program Liberti (Lingkungan Belajar Riang, Terdifensiasi, dan Inovatif) di SDK Kalike oleh Alfius Yuvenaris Kopong Sabon.
Inovasi Balok Kecil Langkah Besar (inovasi Media PJOK Zero Cost Berbasis Limbah Kayu: Optimalisasi Keterampilan Lokomotor dan Penguatan Profile Pelajar Pancasila) di SDK Kalike oleh Stefanus Nong.
Inovasi Kono Cerdas (Inovasi Deep Learning Bahasa Inggris Berbasis Kearifan lokal dan Daur Ulang Sampah Plastik Menuju Bilingual Class di SDK Kalike oleh Fabianus Boli Sogen
Inovasi Taman Edukasi Amanah Lewo dari Desa Lohayong oleh Husni Muhammad Inovasi Geogebra Berbusata: Digitalisasi Aplikasi Geogebra dalam Pembelajaran Matematika Studi Kasus Sistem Pernikahan Adat Tiga Tungku Lamaholot oleh Roberta Uron Hurit, dan Inovasi Manyala Balelaku dari Kelurahan Balela oleh Yohanes Eka putra Lamury.
Presentasi Hari Kedua
Inovasi yang presentasi hari kedua, yakni Inovasi Angkat (Angka ke Kata) dalam Proyek Peningkatan Program Literasi dan Numerasi dengan Bingkai Tumbuh Sehat Cerdas di Lingkungan SDK La Mennais oleh Maria Yosefina Wajak Sawun
Inovasi Tula Tuen dari SMPN 1 Adonara Barat oleh Petrus Kia Kedang, Inovasi VoCard dari SMPN 1 Adonara Barat oleh Gabriel Chrensensia da Santo.
Inovasi 3 Peri dari Dinas Kesehatan oleh Scholastika Konsita Nino, Inovasi Flotim Samid (Flores Timur Sadar Adminduk) dari Dinas Dukcapil Flores Timur oleh Daniel Wirat Raul dan Bahrudin Muchtar.
Dan Inovasi Simperda (Sistem Monitoring Persuratan Bapperinda) dari Bapperinda Flores Timur oleh Dominikus Ami Toron.
Presentasi Hari Ketiga
Inovasi yang presentasi di hari ketiga, Inovasi Gelekat Nara dari Bapperinda, Inovasi Simpas (Sistem Informasi Pasien Berbasis Google Sheet) dadi RS Pratama Adonara oleh Beatrix Mariani Pogon, inovasi Kampung Seribu Kolam dari Desa Blepanawa oleh Gaspar Ledjap.
Inovasi Bu Memi dari Desa Waibao oleh Viktorianus Suban Hokon, inovasi Prima KUB oleh Yulius Suban Mengu, Inovasi Transformasi Digital Berbasis AI oleh Nikolaus Sabon Mehen, Inovasi Kopi Tite Lamatou dari Desa Painapang oleh Laurensius P. Sukun.
“Setelah tahapan presentasi, Tim Penilai akan menilai dan menentukan lima besar untuk lolos ke tahapan verifikasi atau uji petik lapangan. Setiap tahapan tentu punya nilai sehingga menentukan yang inovasi terbaik pertama, terbaik kedua dan terbaik ketiga,” jelas Leony Deran.
Tiga Inovasi Flores Timur Juga Ikut Lomba Tingkat Provinsi
Pada saat bersamaan dengan Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Flores Timur, juga tengah berlangsung Lomba Inovasi Daerah tingkat Provinsi NTT di Kupang.
Ada tiga inovasi daerah dari Kabupaten Flores Timur juga lolos untuk mengikuti Lomba Inovasi Daerah tingkat Provinsi NTT tahun 2025 tersebut.
Tiga Inovasi tersebut, yakni Manyala Balelaku, Gercep Ha Te dengan Juice Selai dan Berguna Kita.
“Khusus Inovasi Gercep Ha Te dari Puskesmas Witihama dan Inovasi Berguna Kita dari Dinas PKO ini adalah pemenang pada Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Flores Timur tahun 2024 lalu,” kata Apolonia Corebima. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










