Belum Waktunya Berhenti, Coach! Dialektika Batin di Balik Trofi ETMC Kesembilan PSN Ngada - FloresPos Net - Page 2

Belum Waktunya Berhenti, Coach! Dialektika Batin di Balik Trofi ETMC Kesembilan PSN Ngada

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dan ternyata lagi-lagi, PSN datang dengan ciri khas step-nya Kletus, pemain muda dijadikan pondasi, pemain senior dijadikan tulang punggung, permainan dipoles rapi. Hasilnya? Trofi ke-9 setelah kalahkan Persena 2 – 0 di final.

Kalau kalian tonton, pasti terasa, permainan PSN di ETMC kali ini itu enak dilihat. Alurnya kreatif, tekanannya rapi, determinasi tinggi. Tidak banyak tim yang bisa konsisten main seperti itu sepanjang turnamen. Dan itu bukan hal kebetulan. Itu hasil proses panjang yang diam – diam ada unsur pedagogi ala Kletus.

Tapi ada satu momen yang bikin saya terhenti. Saya dengar podcast Box Coffee yang tayang sebelum final. Di situ Kletus buka sedikit isi hatinya. Dia bilang, sejak 2016 jadi pelatih kepala PSN, hampir setiap kali ada kegagalan, dia bergumul dengan pikiran untuk berhenti atau lanjut. Sepak bola juga memang ada romantismenya, tidak hanya Judika yang galau, “Putus atau Terus”.

Bukan karena tidak sanggup, tapi karena ekspektasi publik Ngada itu tidak main-main. Walau tidak diucapkan secara terang-terangan, ekspektasinya setiap kali event itu cuma satu yaitu juara.

Baca Juga :  Harga Beras di Pasar Danga Tembus 16 Ribu Perkilogram 

Kegagalan di ETMC Kupang jadi titik paling berat. Dia sudah hampir pilih berhenti. Tapi keluarga kecilnya datang sebagai cahaya. Mereka bilang bahwa hidup Kletus itu sudah di sepak bola. Dan itu bukan hukuman, itu panggilan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

Yang paling lucu tapi juga paling menyentuh adalah cerita soal anaknya yang bilang polos: “Bapa cuma boleh melatih PSN Ngada.” Bayangkan. Di saat publik ramai berspekulasi Kletus mau pindah ke mana, justru anaknya yang “mengunci” keputusan, tetap PSN. Kadang keputusan besar memang dipicu kalimat paling sederhana dari orang yang kita sayang.

Dari situ kita belajar, kita kadang merasa gagal, padahal yang kita bangun itu jauh lebih dalam dari yang terlihat. Dan kadang, orang terdekat kitalah yang melihat nilai itu lebih dulu.

Baca Juga :  Polres Ende Terjunkan 393 Personel Amankan Pelaksanaan ETMC

Saya baca juga tulisan Wili Aran, jurnalis senior dari Ende. Tulisannya dia muat di facebook pribadi beberapa jam setelah laga final. Dia bilang, selain jago strategi, Kletus itu hebat bicara. Tidak asal jawab pertanyaan wartawan. Dia analisis cepat dulu, baru bicara. Tidak bikin tim tambah tertekan. Gaya komunikasinya rapi, penuh perspektif. Ini kemampuan yang tidak semua pelatih punya.

Wili juga cepat tangkap, Kletus tidak percaya mitos. Keberhasilan datang dari proses panjang, dari mental bertarung yang disiplin. Dan gelar kesembilan PSN itu membantah mitos “tidak pernah juara di Flores”.

Lebih dari trofi itu sendiri, Kletus punya harapan Ngada bisa jadi tempat lahir lebih banyak talenta muda. Ngada kecil, tapi potensinya tidak lokal. Ini penting, karena masa depan sepak bola tidak lahir dari final di stadion besar, tapi dari latihan – latihan kecil yang konsisten.

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 534 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA