Fanfare Kini Berusia 75 Tahun–‘Teruslah Berkarya dan Harus Berani Tampil Beda’ - FloresPos Net - Page 2

Fanfare Kini Berusia 75 Tahun–‘Teruslah Berkarya dan Harus Berani Tampil Beda’

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Spirit Santa Caecilia ini hendaknya tertanam dalam lembaga, dalam diri pengurus dan anggota Fanfare. Kita juga berdoa, semoga spirit Santa Caecilia tidak hanya untuk Fanfare tapi untuk semua,” kata Mgr Fransiskus sambil menjelaskan secara singkat mengenai Santa Caecilia.

Santa Caecilia merupakan seorang gadis remaja anak bangsawan. Caecilia merupakan satu-satunya yang memilih menjadi pengikut Kristus tanpa diketahui orang tua.

Fanfare Kini Berusia 75 Tahun–‘Teruslah Berkarya dan Harus Berani Tampil Beda’

Oleh orangtuanya, Caecilia dijodohkan dengan seorang pemuda bangsawan. Namun Caecilia menolak dan akhirnya dihukum. Caecilia, gadis remaja itu mengorbankan diri demi imannya sebagai pengikut Kristus. Caecilia tetap teguh pada pendirian dan imannya.

Baca Juga :  Kembali Dilantik jadi Anggota DPD, AWK Ajak Masyarakat Bersinergi Bangun NTT

Saat menjalani hukuman, malaikat turun dan bernyanyi begitu merdu. Caecilia menjadi Santa bagi Paduan Suara.

“Saya yakin semua dalam Fanfare mengetahui betul riwayat kehidupan Santa Caecilia. Spirit inilah yang menjiwai Fanfare. Semoga spirit Santa Caecilia juga untuk kita semua boleh mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan,” kata Mgr Fransiskus.

Wartakan Suka Cita Injil dan Berani Tampil Beda

Mgr Fransiskus menekankan, Fanfare harus terus mewartakan suka cita Injil dalam spirit Santa Caecilia. “Fanfare harus berani melawan arus, harus berani tampil beda, dan berani untuk terus mewartakan Injil dengan penuh sukacita dalam spirit Santa Caecilia.”

Selainnya, “Fanfare juga harus bernyanyi dan mewartakan suka cita Injil dengan kelembutan dan keindahan musik serta alunan suara yang merdu, orang akan lebih mudah merasakan dan melihat keindahan Tuhan,” kata Mgr Fransiskus.

Baca Juga :  Berstatus Waspada, Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, Masyarakat Tetap Tenang

Di tengah nilai-nilai hidup yang kian tergerus oleh pesta pora dan mabuk-mabukan, pesan Mgr Fransiskus, “Fanfare harus menampilkan kelembutan dan keindahan musik dan lagu yang membuat orang-orang dengan sukacita menangkap keindahan karya Tuhan.”

Lebih Banyak Orang Muda

Akhir kotbahnya, Mgr Fransiskus mengharapkan agar Lembaga Seni Budaya Fanfare terus mengajak orang muda untuk bergabung bersama.

“Ajak lebih banyak lagi orang muda untuk bergabung dalam Fanfare. Banyak anak muda kita yang menyanyi dengan baik dan suara merdu. Ajak mereka untuk bersama-sama mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan ini.”

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Julie Laiskodat Dengarkan Keluhan Warga di Tenda Pengungsian dan Salurkan Sembako
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Perluas Bantuan Ke Desa Terdampak di Wilayah Pedalaman Ngada NTT
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:30 WITA

Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:02 WITA

Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan

Berita Terbaru