“Spirit Santa Caecilia ini hendaknya tertanam dalam lembaga, dalam diri pengurus dan anggota Fanfare. Kita juga berdoa, semoga spirit Santa Caecilia tidak hanya untuk Fanfare tapi untuk semua,” kata Mgr Fransiskus sambil menjelaskan secara singkat mengenai Santa Caecilia.
Santa Caecilia merupakan seorang gadis remaja anak bangsawan. Caecilia merupakan satu-satunya yang memilih menjadi pengikut Kristus tanpa diketahui orang tua.

Oleh orangtuanya, Caecilia dijodohkan dengan seorang pemuda bangsawan. Namun Caecilia menolak dan akhirnya dihukum. Caecilia, gadis remaja itu mengorbankan diri demi imannya sebagai pengikut Kristus. Caecilia tetap teguh pada pendirian dan imannya.
Saat menjalani hukuman, malaikat turun dan bernyanyi begitu merdu. Caecilia menjadi Santa bagi Paduan Suara.
“Saya yakin semua dalam Fanfare mengetahui betul riwayat kehidupan Santa Caecilia. Spirit inilah yang menjiwai Fanfare. Semoga spirit Santa Caecilia juga untuk kita semua boleh mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan,” kata Mgr Fransiskus.
Wartakan Suka Cita Injil dan Berani Tampil Beda
Mgr Fransiskus menekankan, Fanfare harus terus mewartakan suka cita Injil dalam spirit Santa Caecilia. “Fanfare harus berani melawan arus, harus berani tampil beda, dan berani untuk terus mewartakan Injil dengan penuh sukacita dalam spirit Santa Caecilia.”
Selainnya, “Fanfare juga harus bernyanyi dan mewartakan suka cita Injil dengan kelembutan dan keindahan musik serta alunan suara yang merdu, orang akan lebih mudah merasakan dan melihat keindahan Tuhan,” kata Mgr Fransiskus.
Di tengah nilai-nilai hidup yang kian tergerus oleh pesta pora dan mabuk-mabukan, pesan Mgr Fransiskus, “Fanfare harus menampilkan kelembutan dan keindahan musik dan lagu yang membuat orang-orang dengan sukacita menangkap keindahan karya Tuhan.”
Lebih Banyak Orang Muda
Akhir kotbahnya, Mgr Fransiskus mengharapkan agar Lembaga Seni Budaya Fanfare terus mengajak orang muda untuk bergabung bersama.
“Ajak lebih banyak lagi orang muda untuk bergabung dalam Fanfare. Banyak anak muda kita yang menyanyi dengan baik dan suara merdu. Ajak mereka untuk bersama-sama mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan ini.”
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










