BORONG, FLORESPOS.net-Merayakan Hari Guru Nasional dan PGRI yang ke-80 para Guru Sekecamatan Lamba Leda Selatan mengelar apel bersama di lapangan Nancang, Kelurahan Mandosawu, Selasa, (25/11/2025). Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.
Hadir pada kesempatan itu pimpinan OPD, Camat Lamba Leda Selatan, para kepala desa, para guru dari 34 sekolah. Usai kegiatan apel dilanjutkan resepsi bersama di Aula Paroki Mano.
Pada kesempatan itu Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen mengatakan, momentum hari guru dan Hut PGRI bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh Guru: tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia
“Hari ini, 25 November 2025, kita kembali berdiri tegak dalam balutan busana adat yang merefleksikan kebinekaan bangsa, untuk merayakan Hari Guru Nasional. Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh Guru: tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia,” kata Mu’ti.
Guru Hebat, Indonesia Kuat
Tema peringatan Hari Guru Nasional 2025, “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema ini adalah sebuah pernyataan kausalitas yang tegas.
“Kami di Kemendikdasmen percaya bahwa tidak ada “Indonesia Kuat” tanpa “Guru Hebat.”
Mendikdasmen Mu’ti mengungkapkan 3 ciri guru hebat. Pertama, guru yang, mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kedua, guru yang adaptif, mampu merangkul teknologi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, dan ketiga, guru yang tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi.
Kebijakan Transformasi Guru
Lebih jauh Mendikdasmen mengemukakan, telah lama mendengar keluhan mengenai rumitnya tata kelola guru. Ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, hingga isu keterlambatan tunjangan profesi. Hal ini seringkali menjadi beban yang mengganggu fokus utama guru dalam menjalankan tugasnya.
Karena itu, dalam rangka mewujudkan “Guru Hebat” secara merata di seluruh Indonesia, pemerintah pusat, melalui Kemendikdasmen, bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian/Lembaga terkait, sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental: Sentralisasi Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan.
Kesejahteraan Merata
Kata Mu’ti, dengan pengelolaan ASN Guru yang ditarik ke Pusat, diharapkan tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan dalam pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil), sehingga kesejahteraan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu.
Redistribusi yang Adil
Ditambahkannya, sentralisasi memungkinkan Kemendikdasmen melakukan pemetaan kebutuhan dan penempatan guru secara lebih optimal, memastikan setiap sekolah, termasuk yang berada di daerah 3T, mendapatkan guru yang kompeten sesuai standar nasional.
Status Guru Honorer
Terkait tenaga kependidikan, Kemendikdasmen melakukan penataan yang pasti. Kebijakan ini juga menjadi solusi struktural jangka panjang untuk menyelesaikan masalah status dan formasi Guru Honorer yang selama ini tergantung pada anggaran dan kebijakan Pemerintah Daerah.
“Kita ingin seluruh guru memiliki kepastian dan masa depan yang lebih jelas. Kebijakan ini adalah bentuk komitmen nyata Pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi Guru. Kami ingin Guru fokus pada tugas mendidik, tanpa perlu khawatir akan urusan administrasi yang berlarut-larut”.
Kata dia, Program Prioritas Kemendikdasmen 2025 Sentralisasi tata kelola guru ini beriringan dengan program-program prioritas Kemendikdasmen di tahun 2025 yang harus didukung bersama.
Guna mendukung berbagai program ini pemerintah melakukan berbagai terobosan, antara lain:
1. Wajib Belajar 13 Tahun: Upaya perluasan akses pendidikan hingga jenjang menengah (SMA/SMK) untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang terputus dari pendidikan.
2. Peningkatan Mutu Vokasi (SMK): Melalui penguatan program Pusat Keunggulan, link and match dengan industri 4.0, dan penyediaan sertifikasi kompetensi global bagi siswa dan guru SMK.
3. Penguatan Literasi dan Karakter: Distribusi 1,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke sekolah-sekolah berliterasi rendah, penguatan pendidikan karakter, dan revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya.
4. Inovasi Pembelajaran Digital: Pemanfaatan teknologi terkini, seperti Smartboard dan platform digital, sebagai alat bantu untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, relevan, dan efisien. Teknologi harus menjadi asisten terbaik bagi Guru Hebat.
“Perubahan adalah keniscayaan. Pendidikan tidak boleh stagnan. Melalui kolaborasi antara kebijakan transformatif, program prioritas yang terarah, dan semangat pengabdian Anda, kita sedang membangun Indonesia Kuat yang sesungguhnya”.
“Kami tidak meminta Anda bekerja lebih keras, kami meminta Anda bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna. Kami akan terus berupaya menghilangkan segala kendala struktural yang membelenggu potensi Anda. Mari, jadikan Hari Guru Nasional 2025 ini sebagai momentum untuk memperbaharui janji kita kepada bangsa”.
Ketua panitia kegiatan, Dominikus Trinus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai Timur yang berkenan menjadi inspektur upacara pada upacara bendera hari guru dan Hut PGRI 2025.*
Penulis : Albert Harianto
Editor : Anton Harus










