MBAY, FLORESPOS.net-Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H belum memberikan tanggapan atas sejumlah tuntutan massa aksi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco yang mendatangi Polres Nagekeo, Selasa (18/11/2025).
Pada aksi di pintu masuk Mapolres Nagekeo tersebut, massa aksi dari PMKRI Cabang Ende menyampaikan sejumlah tuntutan dan pernyataan sikap.
Namun terhadap berbagai tuntutan dan pernyataan sikap para aktivis mahasiswa tersebut Polres Nagekeo belum memberikan pernyataan apapun.
Florespos net telah berusaha untuk mendapatkan keterangan kepolisian sejak aksi berlangsung pada Selasa (18/11/2025) hingga hari ini Kamis (20/11/2025).
Wartawan Florespos.net biro Mbay telah menghubungi Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H. untuk meminta tanggapan terkait aksi PMKRI di Mapolres Nagekeo, namun tidak membuahkan hasil.
Ketika dihubungi melalui media sosial What’s App, Kamis (20/11/2025) Kapolres Rachmat juga tidak memberikan jawaban atas berbagai tuntutan massa aksi dari PMKRI Cabang Ende.
Kapolres Rachmat hanya memberikan jawaban singkat bahwa dirinya saat ini sedang berada di luar kota.
“Maaf bos lagi diluar kota,” tulis Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H. melalui pesan WhatsApp yang terima Florespos.net, Kamis (20/11/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan aktivis dari PMKRI Cabang Ende melakukan aksi di sejumlah tempat di Nagekeo seperti DPRD, Kantor Bupati dan Mapolres Nagekeo.
Kedatangan para aktivis ini dikawal oleh aparat kepolisian setempat, berakhir dengan penolakan masuk ke halaman markas polisi.
Aktivis hanya diizinkan berorasi di pintu masuk, di mana mereka menyampaikan aspirasi terkait dugaan adanya sejumlah oknum kepolisian di Nagekeo terlibat dalam jaringan “mafia” yang melindungi berbagai kasus kriminal, termasuk penyalahgunaan bantuan, perdagangan manusia, dan kekerasan terhadap pekerja seks komersial. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Anton Harus










