MAUMERE, FLORESPOS.net-Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Sikka menggelar lomba catur, bertempat di Sekretariat DPD NasDem Sikka, Minggu (9/11/2025).
Lomba catur yang diikuti 51 peserta itu dibuka oleh Ketua DPD NasDem Sikka, Ofridus Krispinianus, dengan membuka langkah pertama di meja nomor 1 dengan memajukan pion satu langkah.
Dalam sambutannya Ketua NasDem yang akrab disapa Ippi Seli Seng mengatakan olahraga catur dapat mengembangkan agar dapat berpikir logis, mengasah keterampilan dan strategi dalam mencari solusi.
“Kami selenggarakan lomba olahraga catur, adalah untuk mengembangkan diri agar mampu berpikir logis, mengasah keterampilan dalam mencari jalan keluar secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ippi mengatakan, tujuan dari olahraga catur agar dapat mengembangkan kesehatan mental, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kreatifitas dan berpikir logis dalam memecahkan masalah.
Selain itu, sebutnya, olahraga catur dapat mengasah keterampilan strategi dalam sebuah perencanaan jangka panjang, dan mengendalikan emosional agar bisa memecahkan masalah secara cepat dan tepat.
“Berpikir kritis, kreatif dan visioner dalam mencari solusi dari sebuah masalah, adalah merupakan komitmen NasDem dalam sebuah arus perubahan,” ungkap Ketua DPD NasDem Sikka.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Cabang Sikka, Lorens Laba mengapresiasi Partai NasDem yang sudah melibatkan olahraga catur dalam rangkaian HUT Ke – 14 Partai NasDem.
“Kami dari Percasi berharap, agar di ulang tahun NasDem yang akan datang, bisa diselenggarakan lagi lomba catur, dalam melatih ketajaman berpikir generasi Sikka,” kata Lorens Laba.
Kepada seluruh peserta, Lorens mengharapkan agar berlomba secara sportif tanpa harus mengganggu konsentrasi lawan main.
Menurutnya, olahraga catur memiliki semboyan “Kita Satu Keluarga” (Catur Gens Una Sumus) yang menekankan sportivitas, saling menghormati, dan kerja sama dalam permainan catur.
Perlombaan catur yang berlangsung di DPD NasDem Sikka diikuti oleh 51 peserta dengan menggunakan sistem Swiss Tujuh Babak, format turnamen yang umum digunakan.
Dalam sistem ini, setiap peserta bermain di setiap babak tidak ada sistem gugur dan dipasangkan dengan lawan yang memiliki perolehan poin serupa.
Tujuh babak menunjukkan jumlah total putaran atau pertandingan yang dimainkan dalam turnamen tersebut. Sistem ini lazim digunakan dalam turnamen catur, termasuk catur cepat, di berbagai tingkat kompetisi di Indonesia. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










