Dialog dengan Gubernur NTT, Enam Belas Anak Suarakan isu Kesetaraan dan Perlindungan - FloresPos Net

Dialog dengan Gubernur NTT, Enam Belas Anak Suarakan isu Kesetaraan dan Perlindungan

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Dalam momen Hari Anak Perempuan sedunia, Save the Children Indonesia menyelenggarakan dialog anak bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.

Dialog ini diikuti oleh 12 anak Perempuan dan 4 anak laki-laki berusia 10 hingga 13 tahun dari Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya yang merupakan lokasi tempat Save the Children saat ini bekerja.

“Saya menyampaikan tentang kekerasan fisik yang sering terjadi di rumah dan di sekolah karena itu mempengaruhi rasa aman saat berada disekolah dan dirumah.” ucap Siska (11) perwakilan anak dari Kabupaten Kupang, Selasa (14/10/2025).

Gracia salah satu anak perempuan berusia 13 tahun dari Sumba Barat juga turut menyampaikan permasalahan yang ia lihat.

Baca Juga :  Kunjungan Mendadak ke Rumah Sakit Pratama Kualin, Ombudsman NTT Temukan Berbagai Persoalan

“Saya menyampaikan kepada Bapak Gubernur tentang dampak kecanduan gadget (gawai) yang banyak terjadi pada teman-teman saya. Hal ini membuat teman-teman saya prestasinya menurun dan tidak mau bergaul dengan yang lain,” ungkapnya.

Fadli Usman, Interim Chief of Partnership Strategic & Program Operation Save the children mengatakan, dialog anak dengan Gubernur NTT ini merupakan bagian dari tindaklanjut program yang telah dijalankan oleh Save the Children Indonesia di Jakarta dan NTT.

Fadli mengatakan, data studi yang di lakukan Save the Children tahun 2024 di Kupang dan Jakarta mengungkapkan adanya perbedaan persepsi keamanan berdasarkan gender, di mana anak perempuan lebih banyak merasa kurang aman dibandingkan anak laki-laki.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Masih Beredar di Ende, Bea Cukai Akui Baru Turun ke Kios

Menurutnya, rasa takut dan ketidakamanan tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan emosional anak perempuan.

“Salah satu program kami yang mengusung kesetaraan hak anak perempuan adalah Program Nona Hebat. Melalui program ini kami berupaya untuk memperkuat lingkungan yang dapat melindungi anak perempuan dari kekerasan, membangun potensi mereka, dan menghilangkan ketidakadilan gender dan stereotip terhadap anak perempuan.” Jelasnya.

Fadli mengatakan, momentum Hari Anak Perempuan Sedunia merupakan pengingat bahwa setiap anak perempuan berhak atas kesempatan untuk berpartisipasi dan berperan setara dalam kehidupan sosial, pendidikan, maupun pembangunan serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kalahkan CBN, Putri Carmel Tantang Q One Club di Final Soekarno Cup
Bangun Ketahanan Pangan Keluarga, Istri Bupati Sikka Bersinergi Bersama Petani Milenial
UPTD Samsat Manggarai Timur Tertibkan Pengisian BBM Subsidi di SPBU
22 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung Tetapi Belum Beroperasi, Ini Alasannya
GP VBC dan Q One Club Raih Tiket ke Final Soekarno Cup 1
Pemain Perseftim U-17 Panen dan Makan Semangka di Kebun Irigasi Tetes di Maumere
Weekend Sekami–‘Anak-anak Menjadi Pelopor Perlindungan’
Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Kalahkan CBN, Putri Carmel Tantang Q One Club di Final Soekarno Cup

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:53 WITA

Bangun Ketahanan Pangan Keluarga, Istri Bupati Sikka Bersinergi Bersama Petani Milenial

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:08 WITA

UPTD Samsat Manggarai Timur Tertibkan Pengisian BBM Subsidi di SPBU

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:21 WITA

22 Gerai KDMP di Ende Sudah Rampung Tetapi Belum Beroperasi, Ini Alasannya

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:37 WITA

Pemain Perseftim U-17 Panen dan Makan Semangka di Kebun Irigasi Tetes di Maumere

Berita Terbaru