Semana Santa dan Sole Oha di Flores Timur Resmi Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional - FloresPos Net

Semana Santa dan Sole Oha di Flores Timur Resmi Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Rasa bangga tentu tengah menyelimuti masyarakat Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua tradisi budaya yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat, Semana Santa dan Sole Oha kini resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025), menjelaskan terkait proses hingga penetapan Semana Santa dan Sole Oha terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda secara nasional.

Silvester Kabelen menjelaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur sudah lama mengusulkan Semana Santa dan Sole Oha sebagai warisan budaya tak benda secara nasional ke pusat melalui kementerian.

“Sebelumnya kita usulkan ke pusat, Semana Santa dan Sole Oha baru tercatat atau belum terdaftar. Karena masih harus melalui proses panjang yakni kajian lapangan kemudian disidangkan oleh tim ahli cagar budaya,” kata Silvester Kabelen.

Silvester Kabelen mengatakan, setelah tercatat, pihaknya menerima tim kajian yang melakukan kajian lapangan di Kabupaten Flores Timur dan mengikuti sidang di kementerian untuk kemudian dinyatakan lolos atau tidak sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

“Jadi kemarin prosesnya sudah kita lalui. Dan terakhir sekitar bulan Agustus 2025 lalu, tim dari Kementerian Kebudayaan dengan salah satu tenaga ahli nasional turun untuk melakukan survey lapangan di Flores Timur,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Babi Mati Akibat Virus African Swine Fever

“Uji petik lapangan untuk Semana Santa dan Sole Oha dilakukan oleh tim dari pusat. Waktu itu, beberapa pihak terkait mereka temui. Termasuk Sole Oha. Ini dari Sanggar Baran Tawa, Desa Karinlamalouk juga sempat perform sedikit di Kantor Camat Waiwerang,” kata Silvester Kabelen.

Silvester Kabelen mengatakan, setelah melakukan uji petik lapangan, tim kembali dan menggelar sidang internal. Pada akhir September 2025, pihaknya mendapat penyampaian, Semana Santa dan Sole Oha masuk tahap presentasi.

“Di NTT ada 11 Kabupaten/Kota yang usulkan tradisi budayanya ke kementerian. Totalnya ada 25 obyek budaya dari NTT yang diusulkan. Kita Flores Timur usul Semana Santa dan Sole Oha. Kita, pada 8 Oktober kemarin sudah presentasi dihadapan 24 tenaga ahli cagar budaya nasional dan Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan,” katanya.

Silvester Kabelen mengatakan, hasil presentasi sudah diumumkan pada 10 Oktober 2025. Dinyatakan bahwa, 25 obyek budaya dari NTT tersebut lolos terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional. Termasuk Semana Santa dan Sole Oha dari Flores Timur.

Baca Juga :  PPMAN Audience dengan Wamen HAM RI Bahas Konflik Agraria Nangahale

“Pada 10 Oktober 2025 kemarin sudah diumumkan 25 obyek Warisan Budaya Tak Benda dari NTT semuanya lolos termasuk di dalamnya Semana Santa dan Sole Oha. Dengan demikian Semana Santa dan Sole Oha ditetapkan secara nasional terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional di Kementerian Kebudayaan RI,” katanya.

Lanjut ke UNESCO

Silvester Kabelen lebih lanjut mengatakan, setelah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, pihaknya akan melanjutkan proses ke UNESCO.

“Tahapan selanjutnya kita buat surat ke Kementerian Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT untuk lanjutkan ke UNESCO. Kita tunggu jawaban dokumen apa saja atau persyaratan apa saja kita lengkapi untuk usulan ke UNESCO,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Semana Santa adalah salah satu tradisi budaya dan religi di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Tradisi yang merupakan perpaduan antara tradisi budaya dan religi terus dirawat dan dijaga selama ratusan tahun. Tradisi ini terjadi pada Pekan Suci Paskah.

Sementara Sole Oha sendiri adalah sebuah tradisi tutur yang lebih pada kekuatan sastra lisan. Syair-syairnya berisi pesan-pesan moral yang memberikan keteduhan dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

House of Indonesiana Ruang Kreatif Strategis Bagi Kaum Muda Hadir di Sikka
Ngada Terima Bantuan 6 Unit Alsintan Pra Panen dari Kementan RI
Bupati Sikka Apresiasi Upaya Pelestarian Tenun Ikat oleh Balai Pelestarian Kebudayaan NTT
Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Berita ini 213 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:54 WITA

House of Indonesiana Ruang Kreatif Strategis Bagi Kaum Muda Hadir di Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:31 WITA

Ngada Terima Bantuan 6 Unit Alsintan Pra Panen dari Kementan RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Upaya Pelestarian Tenun Ikat oleh Balai Pelestarian Kebudayaan NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Terima Bantuan 6 Unit Alsintan Pra Panen dari Kementan RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 19:31 WITA