MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meresmikan beroperasinya Puskesmas Wualadu yang ditingkatkan statusnya dari sebelumnya Puskesmas Pembantu (Pustu).
Pustu Wualadu dibangun pada tahun 2022 untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya, dengan memandang kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Pada tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sikka meningkatkan status Pustu Wualadu menjadi Puskesmas Non Rawat Inap,” sebut Bupati Sikka saat persemian Puskesmas Wualadu, Rabu (8/10/2025).
Juventus menambahkan, pada tahun 2025 dikeluarkan izin operasional dan didukung dengan penetapan kode registrasi puskesmas oleh Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Dia menyebutkan, pembangunan puskesmas ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.
“Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan dan memenuhi standar persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan, ketenagaan, kefarmasian dan laboratorium sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024 tentang Puskesmas,” ungkapnya.
Juventus mengatakan, pemenuhan sarana, prasarana, peralatan kesehatan dan ketenagaan sangatlah penting untuk setiap puskesmas yang baru dibangun agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas menjadi maksimal.
Dia berpesan kepada para tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Wualadu ini agar dapat mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri dalam bekerja.
Dikatakannya, pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.
“Hal ini agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis,” terangnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










