Sesuai data terbaru dari pihak terkait di Mabar yang didapat Dishub Mabar, bahwa khusus kapal wisata yang beroperasi di Mabar yakni 707 unit. Kapal- kapal tersebut meliputi Phinisi 340 unit, Speed boat 191 unit, Kapal kabin 86 unit, Open deck 62 unit, dan kapal pesiar 28 unit.
“Kapal-Kapal di atas tidak termasuk kapal nelayan dan kapal penangkap ikan serta kapal-kapal yang datang dan pergi, seperti kapal-kapal Pelni,” ujar Kadis Gunawan.
Pengisian BBM kapal wisata, kapal nelayan dan kapal penangkap ikan hampir pasti di Mabar. Sedangkan kapal Pelni kemungkinan isi BBM-nya bukan di Mabar.
Hanya khusus kapal nelayan dan kapal penangkap ikan, mereka punya stasiun sendiri di Kampung Ujung Labuan Bajo. Pengisian BBM Kapal-kapal wisata kemungkinan di SPBU-SPBU di Mabar.
“Hasil pantauan kami (Dishub) selama ini, untuk nelayan tidak ada masalah, mereka BBM bersubsidi,” kata Kadis Gunawan.
Sedangkan untuk kendaraan yang beroperasi di daratan Mabar dan berplat EB, juga seturut data pihak terkait di Mabar yang diperoleh Dishub Mabar, sebanyak 26.849 unit, baik roda dua, empat/enam.
Namun kasat mata juga banyak kendaraan plat luar yang lalu lalang di Mabar, entah yang hanya melintas untuk tujuan ke wilayah lain Flores melalui Mabar, seperti mobil-mobil expedisi, juga ada yang tujuan tertentu datang ke Mabar membawa kendaraan sendiri, antara lain untuk berwisata/lancong.
“Hampir pasti kendaraan- kendaraan itu berpotensi membeli BBM di Mabar, disamping kendaraan-kendaran berplat EB,” ungkap Kadis Gunawan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










