Anggota DPR RI Andreas Pareira Minta Penyidik Militer Ungkap Kasus Prada Lucky secara Terbuka - FloresPos Net

Anggota DPR RI Andreas Pareira Minta Penyidik Militer Ungkap Kasus Prada Lucky secara Terbuka

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 18:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira meminta penyidik militer mengungkap secara terbuka kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Batalyon TP 834/WM Nagekeo.

Andreas Pareira mengatakan, kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo akibat penyiksaan adalah tindakan kejahatan kemanusiaan. Karena itu tidak ada alasan untuk mengampuni pelaku-pelaku tindakan kejahatan kemanusiaan tersebut.

“Penyidik militer harus ungkap kasus ini seterbuka mungkin. Peradilan Militer yang akan mengadili pelaku tindak kejahatan ini bisa memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para pelaku kejahatan tersebut,” kata Andreas Pareira kepada Florespos.net, melalui telepon, Sabtu (9/8/2025 ).

“Ini untuk memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga dan melindungi para prajurit terutama prajurit yang berpangkat rendah dan baru mulai meniti karir di bidang pertahanan negara dari tindakan semena-mena oleh para senior dan mereka yang berpangkat lebih tinggi,” tambah Andreas Pareira.

Baca Juga :  Pemda Ngada Bersama PLN Teken MoU Tentang Pemungutan dan Penyetoran Tenaga Listrik

Andreas Pareira menambahkan, ungkapan sang Ibu dari almarhum Prada Lucky, ‘saya rela kalau anak saya mati di medan tempur. Tapi kalau mati karena penyiksaan oleh sesama prajurit adalah kematian sia-sia’ adalah ungkapan penuh makna

“Ungkapan ini penuh makna, bahwa penyerahan sang putra terkasih kepada negara ini tentu harus menjadi pertimbangan dari oditur dan hakim peradilan militer dalam melakukan proses peradilan kematian Prada Lucky,” katanya.

Sebelumnya diberitakan media ini, secara internal 4 orang anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo diperiksa dan dibawa ke POM Ende untuk menjalani proses pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

Baca Juga :  236 Pelajar di Kecamatan Riung Dapat Bantuan Beasiswa PIP Daerah

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber menyebutkan, secara internal pada Batalyon TP 834/WM Nagekeo juga telah memeriksa 16 orang yang diduga kuat sebagai pelaku kekerasan terhadap Prada Lucky sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal.

Untuk diketahui, salah satu anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Prada Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang merupakan anak seorang Anggota TNI yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao asal Kupang-NTT itu meninggal pada Rabu (6/8/2025) setelah perawatan lima hari di rumah sakit tersebut.

Prada Lucky Namo diduga kuat meninggal akibat kekerasan.*

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Berita ini 505 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA