Penghasil Sayur
Florespos.net mencatat, sebagian besar warga Rabo berprofesi sebagai petani. Sebagian besar lahan di kampung ini dikembangkan aneka usaha pertanian dan sayuran.
Ada warga yang mengolah tanah untuk dijadikan persawahan. Ada sebagian besar lahan ditanam sayur-sayuran seperti sawi, kangkung, kacang hijau, kacang panjang, jagung, labu besi, dan aneka jenis sayur lainnya.
Sayur-sayur yang dihasilkan warga Rabo dipasarkan ke Reo, dan pelbagai kampung di Kecamatan Reok dan Kecamatan Reok Barat. Upaya warga untuk mengolah sayur menjadi menu makanan terkendala karena tidak ada akses listrik PLN.
Sangat Prihatin
Sementara Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman menyatakan keprihatinannya atas kondisi warga Rabo yang hingga menjelang usia 80 Tahun Kemerdekaan RI tahun ini belum terkoneksi listrik PLN.
“Kondisi yang dialami warga Rabo sangat prihatin. Sebab antara permukiman warga dengan jaringan listrik terdekat hanya berjarak sekitar 900 meter,” kata Romo Mansu.
Romo Mansu berharap agar pihak PLN, dan jajaran pemerintah mulai dari Kabupaten, Provinsi hingga Pemerintah Pusat untuk mengatasi masalah listrik yang dialami di beberapa kampung di Paroki Reo di antaranya di Rabo dan di Jengkalang, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok.
“Pihak PLN, dan jajaran pemerintah mesti merespon keluhan warga dengan memasang jaringan listrik ke Rabo dan Jengkalang,” pinta Romo Mansu.
Perhatian Presiden RI
Sejumlah warga Rabo di antaranya Albertus Ahong. Lazarus Odi (58 tahun), Vilarius Supradi, Saverius Avin, Finsensius Tason, Albertus Eris, Gordensius Aventi Temang, Theodorus Agiasto Dasilva, Florentina Jesika Tima, Maria Rayen Niba, Imakulata Nengsi, Rosalia Narti, Sisilia Namil, Ceciliani Darmasisanti, Maria Yasinta Dirus, Felisiana Dian, Fransiska Fania Taopan, Falentinus Sopang, Donisius Bahar meminta perhatian Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperhatikan masalah penerangan listrik PLN yang belum terkoneksi ke Rabo.
“Kami meminta perhatian Bapak Presiden RI melalui pemerintah atau instansi terkait untuk membuka akses jaringan listrik PLN ke Rabo. Kami butuh penerangan listrik PLN,” pinta warga.
Kehadiran listrik PLN di Rabo sangat penting karena selain dihuni sekitar 92 KK, juga di kampung ini ada Sekolah Dasar dan Rabo sejak tahun 2022 lalu menjadi Stasi Otonom di mana secara berkala di tempat ini dilangsungkan perayaan ekaristi khususnya kalau perayaan dilangsungkan malam hari.
Keberadaan SD dan Stasi ini tentu membutuhkan akses penerangan dan akses internet yang tidak terlepas dari koneksitas listrik PLN.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










