ENDE, FLORESPOS.net-Partai babak delapan besar Bupati Ende Cup (BEC) 2025 sudah selesai digelar pada Senin (28/7/2025) malam di Stadion Marilonga.
Partai babak delapan besar Senin sore pukul 15.00 WITA mempertemukan Kecamatan Ndona versus Kecamatan Wolowaru. Partai ini dimenangkan Kecamatan Wolowaru lewat drama adu pinalti. Wolowaru berhak ke semi final dengan skor 3-2.
Sedangkan partai delapan besar pada Senin pukul 20.00 WITA mempertemukan Kecamatan Ende Timur versus Kecamatan Maukaro. Partai ini dimenangkan Maukaro dengan skor tipis 1-0.
Gol semata wayang dari Maukaro yang mengantarkan tim ini ke partai semi final gelaran Bupati Ende Cup (BEC) 2025 dicetak oleh Gian (8) saat laga baru berlangsung lima menit.
Tim Kecamatan Ende Timur telah berusaha keras menyamakan kedudukan namun dewi fortuna masih memihak Kecamatan Maukaro.
Sebelumnya dua tim sudah lebih dulu ke semi final yaitu Kecamatan Ende Selatan dan Ende Tengah. Kecamatan Ende Selatan ke semi final setelah mengalahkan Kecamatan Pulau Ende dengan skor 5-0 dan Ende Tengah menang tipis 1-0 atas Nangapanda.
Partai semi final BEC akan digelar pada Rabu 30 Juli 2025.
Pelatih Kecamatan Wolowaru, Yami mengatakan partai melawan Kecamatan Ndona yang berstatus juara bertahan adalah partai berat. Namun timnya memiliki keberuntungan sehingga menang lewat adu pinalti.
“Kedua tim bermain bagus dan keberuntungan berpihak pada kami,” katanya.
Evaluasi Kinerja Wasit
Pengamat dan pencinta sepak bola yang menyaksikan laga ini meminta panitia mengevaluasi kinerja wasit agar saat laga semi final nanti tidak mengulangi catatan kesalahan sepanjang babak penyisihan grup dan delapan besar.
“Panitia wajib evaluasi kinerja wasit untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan di babak semi final. Kita tentu ingin turnamen ini berakhir dengan baik”.
Kata Sintus Mira, salah seorang penonton di tribun utama Stadion Marilonga, Senin (28/7/2025) malam saat laga Maukaro versus Ende Timur.
Informasi yang diperoleh media ini, panitia telah mendatangkan dua wasit dari luar Kabupaten Ende untuk memimpin laga delapan besar hingga final.
Namun dua wasit itu tidak bisa diturunkan dan akhirnya dipulangkan oleh panitia. Kabarnya, karena alasan miskomunikasi dengan Askab PSSI Ende.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando











