Pemerintah Diminta Tertibkan Pasar Liar di Kota Maumere - FloresPos Net

Pemerintah Diminta Tertibkan Pasar Liar di Kota Maumere

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 17:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pedagang pasar tradisional di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur mengharapkan agar pemerintah menertibkan pasar-pasar liar di Kota Maumere dan sekitarnya.

Sejak dari Geliting di Kecamatan Kewapante hingga di jantung Kota Maumere banyak terlihat para pedagang berjualan di pinggir jalan termasuk menjual ikan basah kepada pengendara yang melintasi jalan.

“Beroperasinya pasar-pasar liar ini berdampak terhadap  sepinya pasar tradisional besar seperti Pasar Wairkoja dan Pasar Alok Maumere,” sebut Tadeus Tara pedagang di Pasar Alok, Maumere, Senin (28/7/2025).

Tadeus menyebutkan, pemerintah sudah berulangkali mewacanakan  memasukan pedagang ke Pasar Wairkoja namun sampai sekarang pun hal ini tidak terbukti bahkan dsri bupati ke bupati tidak pernah terealisir.

Baca Juga :  Putra Nian Sikka yang Siap Disekolahkan Menjadi Dokter Anestesi Segera Melamar

Ia tegaskan, pasar tradisional resmi semakin terpuruk sejak hadirnya Pasar Wuring, pasar tradisional milik masyarakat yang menjual bukan saja ikan tetapi aneka kebutuhan lainnya yang serupa dengan yang dijual di Pasar Alok, Maumere.

“Pemerintah harus mencari solusi bagaimana supaya pasar tradisional seperti Pasar Wairkoja dan Pasar Alok bisa bergeliat kembali. Pemerintah tentu mempunyai wewenang dan kemampuan untuk membuat pasar tradisional diminati dan didatangi pembeli,” ungkapnya.

Tadeus menyampaikan jika pemerintah tidak segera mengambil langkah maka banyak pedagang yang mulai meninggalkan Pasar Alok dan lebih memilih berjualan di tempat lain atau di sekitar komplek rumah mereka.

Baca Juga :  KPP Pratama Ruteng Telah Lakukan Sosialisasi TER kepada Wajib Pajak di Manggarai Barat

Ia memberi contoh banyak pedagang yang berjualan di Pasar Alok sekarang beralih berjualan di Pasar Wuring sehingga pemerintah kehilangan pemasukan dari sewa kios, los atau pelataran.

“Kalau pasar ramai pedagang juga mendapatkan keuntungan dan pemerintah juga mendapatkan pemasukan dari retribusi dan uang sewa kios atau los di pasar,” ungkapnya.

Menurut Ketua DPRD Sikka,Stefanus Sumandi, orang tidak ke pasar artinya dia tidak punya barang atau uang yang bisa ditukarkan dengan barang ada di pasar atau bisa jadi orang tidak mempunyai pendapatan yang cukup.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Cross Way Putus, Akses ke Tiga Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG Flores Timur, Ogie Silimalar: Cek Kesehatan Gratis, Pintu Masuk Deteksi Penyakit
Berita ini 652 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:05 WITA

Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:46 WITA

WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA