Pendapatan Pedagang Pasar Alok Maumere Menurun Drastis - FloresPos Net

Pendapatan Pedagang Pasar Alok Maumere Menurun Drastis

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 19:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pasar Alok merupakan pasar besar yang berada di tengah kota Maumere, Kabupaten Sikka dan merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak awal tahun 2025 hingga saat ini, kondisi pasar Alok sangat memprihatinkan karena pasar yang bisa dikatakan sebagai pasar induk ini terlihat sepi dibandingkan dengan tahun 2024 bahkan sebelumnya.

“Kondisi Pasar Alok saat ini sangat sepi dan sehingga banyak kios dan los tutup. Teman teman pengguna pasar seperti penjual sayur mayur ikan dan lainnya pendapatannya merosot jauh,” sebut Tadeus Tara, pedagang yang puluhan tahun berjualan di Pasar Alok, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  SMA Katolik Syuradikara Wisudakan 315 Siswa

Pedagang kain tenun ini mengaku dalam sebulan dirinya hanya mampu berjualan beberapa lembar kain tenun saja dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan lembar sebulan.

Tadeus mengakui, tiap tahun pendapatan pedagang terus menurun drastic sehingga tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka dan sering berhutang di koperasi harian bahkan rentenir untuk modal usaha dan biaya rumah tangga.

“Pasar Alok merupakan rumah besar kita, pasar besar dan dapur umum kita di Kabupaten Sikka yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” ucapnya.

Tadeus menegaskan, apabila pasar sepi maka berdampak terhadap sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat terutama para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar.

Baca Juga :  Tim Terpadu Gencar Vaksin Hewan Penular Rabies di Kabupaten Sikka

Ia mengakui saat ini beban berat menghantui pedagang sehingga para pengguna pasar meminta DPRD Sikka dan Pemda Sikka berupaya agar perputaran uang di Pasar Alok bisa kembali hidup.

“Pengunjung tidak masuk ke Pasar Alok karena adanya portal dengan biaya parkir mobil Rp4 ribu dan motor Rp2 ribu. Pengojek sepeda motor juga tidak berani antar penumpang ke dalam pasar karena terbebani biaya parkir,” ucapnya.

Pengguna pasar ucap Tadeus setiap hari dan setiap bulan harus membayar retribusi dan uang sewa kios serta los dan apabila terlambat bayar maka tempat usahanya disegel pihak pengelola pasar.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel
Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital
Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’
History VBC Ende ke Babak 8 Besar Soekarno Cup 1
Pulihkan Populasi Pisang Kepok, Butuh Gerakan Seluruh Flores
Nando Watu Serahkan Beasiswa PIP Aspirasi AHP untuk 30 SDK Marsudirini Detusoko- Ende
Tingkatkan Penemuan Kasus TBC, Tim Peneliti Dosen Prodi Keperawatan Ende Latih Kader Kesehatan di Wolowaru
Berita ini 457 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WITA

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:43 WITA

Keuskupan Agung Ende dan Masyarakat Flores Gugat Tiga SK Aktivitas Geothermal di Mahkamah Agung

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WITA

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:02 WITA

Lamban, Penanganan Kasus Curi Kambing di Aeramo–‘Padahal Sudah Ada Terduga Pelaku dan Barang Bukti’

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:55 WITA

Pulihkan Populasi Pisang Kepok, Butuh Gerakan Seluruh Flores

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dengan Sepeda, Kapolsek Ende Salurkan Bantuan kepada Warga Difabel

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:22 WITA

Nusa Bunga

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Bantu UMKM Masuk Pasar Digital

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:50 WITA