MBAY, FLORESPOS.net-Kabupaten Nagekeo yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap kekeringan. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bekerja sama dengan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun sumur bor di beberapa lokasi.
Demikian disampaikan Kepala Dinas BPBD Nagekeo, Gusty Pone dalam laporan saat peresmian sumur bor kerja sama TNI AD dan BNPB di Kelurahan Lape, Senin (30/6/2025) sore.
Gusty menjelaskan bahwa Kabupaten Nagekeo memiliki sebaran ancaman kekeringan yang cukup tinggi, terutama di wilayah Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, Wolowae, Boawae, dan Nangaroro.
Berdasarkan laporan kelangkaan air minum baku dari desa/kelurahan di kawasan rawan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo hampir setiap tahunnya mengeluarkan Surat Pernyataan Siaga Darurat Cuaca Ekstrim beserta Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan.
Menurut Gusti Program sumur bor ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Nagekeo, TNI Manunggal Air, dan BNPB melalui anggaran Dana Siap Pakai (DSP).
Dikatakannya ada sebanyak 22 titik sumur bor telah diidentifikasi oleh Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup. Pada tahap pertama, sebanyak 3 titik sumur bor telah dibangun di Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Nangaroro.
Lokasi 3 titik sumur bor pada tahap pertama adalah Kelurahan Lape dan Desa Tedakisa di Kecamatan Aesesa, Desa Bidoa di Kecamatan Nangaroro.
Anggaran untuk pembuatan 3 sumur bor ini mencapai Rp1.925.707.300, yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB. Pembuatan sumur bor untuk Kelurahan Lape dialokasikan anggaran sebesar Rp659.748.733.
Dalam pelaksanaan pembuatan sumur bor, kata Gusti terdapat beberapa kendala, antara lain, pergeseran lokasi akibat kecilnya potensi debit air, tekstur lapisan tanah yang penuh bebatuan dan berongga, Kerusakan mesin penggerak bor dan rusaknya mata bor, dan cuaca ekstrim (hujan berkepanjangan) akibat efek badai siklon tropis.
Gusti menambahkan Program sumur bor ini diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kekurangan air bersih di masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah rawan ancaman kekeringan. Dengan adanya sumur bor, masyarakat dapat memiliki akses air bersih yang layak konsumsi.*
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran










