Pemprov NTT Akan Bangun Tugu Perfilman di Ndona Ende, Ini Tanggapan Keturunan Ria Rago - FloresPos Net

Pemprov NTT Akan Bangun Tugu Perfilman di Ndona Ende, Ini Tanggapan Keturunan Ria Rago

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 15:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pemerintah Provinsi NTT akan membangun sebuah tugu perfilman tepatnya di lokasi syuting film bisu pertama di Indonesia yaitu film Ria Rago.

Tugu perfilman itu akan dibangun di Koja Kanga, Dusun Nua Nelu, Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

Rencana Pemerintah Provinsi NTT tersebut telah disampaikan oleh Gubernur Melki Laka Lena dalam kesempatan kunjungan ke Kabupaten Ende pada beberapa waktu lalu.

Gubernur NTT menyampaikan pemerintah Provinsi akan membangun sebuah tugu perfilman di lokasi syuting Ria Rago untuk mengabadikan dan menegaskan di Lembah Ndona telah dibuat film pertama di Indonesia dengan judul Ria Rago, Pahlawan Wanita Lembah Ndona pada tahun 1923.

Film Ria Rago juga membuktikan bahwa jejak perfilman di Indonesia dimulai dari tanah Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Rencana pembangunan tugu perfilman ini mendapatkan tanggapan dari keturunan Ria Rago yang masih menjaga dan melestarikan beberapa barang peninggalan Ria Rago.

Emanuel Baru, keturunan dari Ria Rago kepada wartawan, Selasa (1/7/2025)  mengatakan pihaknya yang adalah darah lurus atau keturunan dari Ria Rago mendukung rencana tersebut.

Baca Juga :  Deklarasi Jaket Soekarno di Blitar Akui Kota Ende Rahim Pancasila

Namun rencana pembangunan tugu tersebut tidak  disampaikan kepada mereka,  keturunan dari Ria Rago.

“Pada intinya kami dukung dan tidak halangi pembangunan tugu ini. Tetapi minimal kami disampaikan dan diajak untuk terlibat dalam pembangunan ini,” katanya.

Eman mengatakan bahwa pihaknya kesal karena beberapa waktu lalu tim dari pemerintah provinsi NTT sudah melakukan survei untuk pembangunan tugu di lokasi tersebut namun pihaknya sebagai keturunan dari Ria Rago tidak disampaikan.

“Kami merasa kesal karena saat dilakukan survei tidak disampaikan. Minimal kami disampaikan, tim yang datang malah masuk di pihak lain yang tidak ada hubungan darah dengan pemeran film Ria Rago,” katanya.

Eman  menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan tugu tersebut tetapi mengharapakan tidak mengabaikan mereka sebagai keturunan atau ahli waris saah dari pemeran film tersebut.

“Jangan kita belokan sejarah. Dulu ada tim dari Kementrian yang turun lakukan penelitian tentang film itu masuknya lewat kami tetapi sekarang saat mau dibangun tugu kami tidak disampaikan atau tidak ada pemberitahuan dengan kami,” katanya.

Baca Juga :  Alokasi Dana Inpres Infrastruktur Jalan Cancar-Golo Welu Dipastikan Batal

Emanuel Baru yang saat itu bersama keluarganya juga menunjukkan beberapa barang peninggalan seperti keris, piring dan  foto film Ria Rago. Ia juga menunjukan silsilah keturunan mereka.

Sekilas Tentang Film Ria Rago

Film Ria Rago adalah film bisu pertama di Indonesia yang disutradarai oleh misionaris SVD pada tahun 1923.

Film dengan judul  Ria Rago : De Haldin And Het Ndona Dal atau  Ria Rago Pahlawan Wanita Lembah Ndona  mengangkat kisah kawin paksa yang dialami oleh seorang gadis bernama Ria Rago dengan Dapo Doki, pria yang sudah beristeri.

Perkawinan itu diatur dengan mahar tinggi namun Ria Rago menolak dengan alasan perbedaan agama ( Ria Rago kristen, Dapo Doki beragama muslim) dan status Dapo Doki yang sudah memiliki istri.

Film ini adalah bentuk perlawanan dari Ria Rago dan menyoroti konflik antara adat, agama dan perjodohan yang diatur oleh orangtua dalam konteks budaya lokal Ndona saat itu.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru
Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi
Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini
PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan
Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Berita ini 204 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Pemangku Adat Kecewa Terkait Pola Pikir Pejabat Partai dan Pemberian Gelar Raja untuk Jokowi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WITA

PAN Ende Gelar Rakerda dan Lantik Pengurus DPC, AYO: Ini Rumah Besar untuk Semua

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:15 WITA

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026: Hadirkan Harmoni Spiritualitas, Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terbaru